Jangan Panasi Kuah Santan Berulang, Mengapa?

MAR - Jumat, 14 Mei 2021 13:29
Jangan Panasi Kuah Santan Berulang, Mengapa? Hidangan lebaran kebanyakan mengandung santan dan selalu menggugah selera.

Hidangan lebaran selalu menggiurkan. Terkadang suka kalap menikmatinya, apalagi menu-menu itu hanya setahun sekali disajikan. 

Opor ayam, rendang daging, sayur santan dan menu berlemak lainnya terhidang di atas meja. 

Bagi mereka yang sehat, terkadang menjadi tidak sehat usai menyantapnya berlebihan. Apalagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner. 

Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair) Stefania Widya Setyaningtyas mengatakan  semua orang bisa mengkonsumsi opor ayam atau rendang saat lebaran meski mengandung santan tapi dengan memperhatikan jumlahnya.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak dipanaskan berulang sebenarnya tidak masalah karena penderita penyakit jantung koroner sekalipun tetap membutuhkan lemak,” ujarnya. 

Dikatakannya, santan mengandung lemak jenuh maka jumlah konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari total kebutuhan lemak.

Pemanasan berulang yang diakukan pada makanan bersantan akan menyebabkan kandungan lemak jenuh dalam santan semakin meningkat.

“Hal ini terjadi akibat rusaknya struktur kimia lemak pada santan sehingga sebaiknya hindari konsumsi makanan bersantan yang dipanaskan berulang,” terangnya.

Stefania menjelaskan  santan bisa diganti dengan produk lain yang lain seperti susu segar, susu skim, susu kedelai, atau susu almond. Tidak ketinggalan, pola makan seimbang juga perlu diterapkan. “Imbangi dengan sayur dan buah yang tinggi kandungan serat dan larut dalam air sehingga dapat mengikat dan memperlambat penyerapan lemak dan kolesterol. Hal ini membantu mengontrol kadar lemak dalam darah,” jelasnya.

Beberapa contoh buah dan sayur yang tinggi serat serta larut dalam air adalah apel, pear, wortel, stroberi, jambu, brokoli, dan lobak turnip. Stefania juga merekomendasikan untuk membuat ketupat dengan campuran oatmeal. 

“Bisa juga mengkreasikan seperti lontong atau ketupat dengan menambahkan oatmeal sehingga jumlah serat larut dalam makanan akan meningkat,” tutupnya. 

Bagikan

RELATED NEWS