BCA Perkuat Desa Wisata Labuan Bajo Lewat Pelatihan Gastronomi

Redaksi - Selasa, 14 Juli 2026 12:05
BCA Perkuat Desa Wisata Labuan Bajo Lewat Pelatihan GastronomiPelatuhan gastronomi dalam program Bakti BCA di Labuan Bajo (sumber: BCA)

LABUAN BAJO (Floresku.com)– PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Corporate Shared Value (CSV) Bakti BCA menggelar Workshop Gastronomi bagi pengelola Desa Bakti BCA di Labuan Bajo, sebagai upaya memperkuat kapasitas desa wisata berbasis kuliner lokal.

Pelatihan yang berlangsung pada 10 Juli 2026 itu diikuti oleh sembilan pengelola Desa Bakti BCA. Program ini menjadi bagian dari komitmen BCA dalam mendukung pengembangan potensi desa binaan, khususnya melalui kekayaan kuliner yang berakar pada sejarah, seni, dan budaya lokal.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan kuliner merupakan potensi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat desa dan dapat menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan.

"Melalui workshop ini, kami berharap para pengelola Desa Bakti BCA semakin percaya diri menghadirkan cita rasa dan budaya khas daerah mereka dengan standar penyajian yang baik sehingga dapat menjadi salah satu pilar ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa," ujar Hera.

Workshop ini menerapkan pendekatan menyeluruh (end-to-end), mulai dari pemilihan bahan baku lokal, teknik pengolahan makanan, hingga penataan dan penyajian hidangan agar lebih menarik bagi wisatawan.

Seluruh peserta juga mengikuti praktik langsung yang didampingi Dapur Tara, pelaku usaha kuliner khas Flores yang berbasis di Labuan Bajo. Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan sajian kuliner yang memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik wisata.

Baca juga:

Menurut BCA, pengembangan gastronomi merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing desa wisata. Kuliner lokal tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai identitas budaya yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan.

Selain di Labuan Bajo, Bakti BCA juga mendampingi berbagai desa wisata di sejumlah daerah di Indonesia melalui beragam program pemberdayaan masyarakat. Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan keuangan, pengembangan Rumah Pangan Lestari (RPL), revitalisasi kebun kopi, fasilitasi sertifikasi, hingga berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat.

Program Desa Bakti BCA dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Community-Based Businesses yang mendorong usaha desa dimiliki dan dikelola masyarakat setempat, Capacity Building melalui pelatihan dan penguatan kelembagaan desa, serta Market Access dengan membuka akses promosi dan pemasaran melalui ekosistem BCA.

Hera menegaskan bahwa pembangunan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

"Kami percaya pengembangan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, setiap program dirancang saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan potensi lokal secara menyeluruh," katanya.

Melalui program ini, Bakti BCA berharap desa-desa binaannya mampu membangun ekosistem ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga pelatihan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. (Tari/Sumber:bca.co.id). 

RELATED NEWS