Berbahagialah Orang yang Tidak Melihat, Namun Percaya kepada Tuhan

Redaksi - Jumat, 03 Juli 2026 07:13
Berbahagialah  Orang yang Tidak Melihat, Namun  Percaya kepada TuhanPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Pesan Inspiratif
Oleh Pater Gregor Nule SVD

Kita punya pengalaman iman yang berbeda-beda. Umumnya iman yang kita miliki merupakan warisan dari orang tua, nenek moyang atau para pendahulu.

Tetapi, apakah kita mudah percaya kepada Tuhan hadir dalam dan melalui pengalaman kita seharii-hari.

Apakah kita sungguh yakin bahwa Allah sendiri bersabda kepada kita melalui Sabda yang tertulis dalam Alkitab atau yang kita dengarkan dan renungkan.

Apakah kita kita sungguh yakin bahwa Yesus sungguh hadir dalam perayaan Ekaristi dan memberikan diriNya, dalam wujud Tubuh dan DarahNya.

Kita sendiri dapat memberikan jawabannya, ya atau tidak atau masih belum yakin atau ragu-ragu.

Sebab ada orang yang mudah percaya. Ada yang sulit sekali. Ada yang menuntut mukjizat atau bukti supaya bisa percaya. Ada orang  yang melihat pengalaman hidup sehari-hari sebagai mukjizat kehadiran Tuhan dan kuasaNya.

Perikop Injil Yoh 20: 24-29 menampilkan rasul Tomas yang tidak mudah percaya akan penyampaian rasul lain tentang kebangkitan Yesus. Tomas menuntut bukti. Diia sendiri mau lihat dan alami Yesus yang bangkit secara nyata.

Tomas berkata,"Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dam sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganKu ke dalam lambungNya, aku sama sekali tidak akan percaya", (Yoh 20: 25),

Tetspi, setelah menjalani proses refleksi dan meditasi ia mulai percaya. Maka ketika Yesus menampakkan diri lagi, Tomas langsung percaya. Ia dengan penuh sembah bakti berkata kepada Yesus, "Ya Tuhanku dan Allahku", (Yoh 20:28).

Sebagai pengikut Yesus kita belajar dari santo Tomas, rasul. Ia dipilih Yesus menjadi salah seorang muridNya.  Meski demikian ia lamban sekali akui dan percaya kepada Yesus dan  SabdaNya.

Kita pun belajar untuk senantiasa dekat dengan Tuhan dan bersembah di hadirat Allah. Iman menuntut penyerahan total. Iman sejati tidak selalu bisa dijelaskan dan dibuktikan dengan akal manusia.

Pada saat yang tepat kita mesti bersembah di hadapan Yesus dan berkata, " Ya Tuhanku dan Allahku".

Sebab benar sekali kata-kata Yesus, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita tidak pernah menuntut bukti supaya bisa percaya. Berbahagialah kita.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 03 Juli 2026. ***

Editor: Redaksi

RELATED NEWS