Bukit Pelangi Nangaroro Kian Ramai, Sayang Masih Minim Air Bersih dan Toilet
Redaksi - Selasa, 13 Oktober 2026 11:28
Suasana di Bukit Pelangi Nangaroro, Selasa (13/10) (sumber: Silvia)NANGARORO (Floresku.com) – Bukit Pelangi di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, semakin dikenal dan ramai disinggahi, pelintas trasn Flores, ruas Ende-Bajawa, karena keindahan alamnya.
Namun, di balik popularitasnya sebagai tempat singgah di jalur nasional lintas Flores, kawasan ini masih menghadapi persoalan mendasar, yakni minimnya fasilitas air bersih dan toilet umum.

Keluhan tersebut disampaikan para pemilik warung dan pengguna jalan yang singgah di Rest Area Bukit Pelangi. Mereka berharap pemerintah segera menyediakan fasilitas dasar agar kawasan yang menjadi salah satu ikon baru wisata Nagekeo itu lebih nyaman bagi pengunjung.
Indah, salah seorang pemilik warung di kawasan tersebut, mengatakan pedagang sangat membutuhkan akses air bersih dan toilet umum untuk menunjang aktivitas usaha mereka.

“Kami sangat membutuhkan air bersih. Selain itu, kami butuh toilet umum untuk pengunjung,” ujar Indah kepada Floresku.com, Senin (13/10).
Baca juga:
- Raih IPK Tinggi, Tiga Lulusan Politeknik eLBajo Langsung Bekerja
- Bacaan Liturgis, Selasa, 13 Oktober 2026
- Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
Menurut Indah, ratusan kendaraan melintasi kawasan itu setiap hari. Sebagian pengendara berhenti untuk menikmati pemandangan, berfoto, atau sekadar membeli kopi dan makanan di warung warga.
Namun, keterbatasan air bersih membuat pedagang harus mengangkut air menggunakan jeriken dari kampung untuk kebutuhan memasak dan mencuci.
Keluhan serupa disampaikan Dominikus Ado, warga RT 16 Madambake yang membuka warung makan di lokasi tersebut. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Pemerintah Provinsi NTT segera membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) serta jaringan air bersih.
Bagi para pedagang, ketersediaan fasilitas dasar bukan hanya menyangkut kenyamanan pengunjung, melainkan juga mendukung keberlangsungan usaha kecil masyarakat setempat.

Pelintas Jalan Kesulitan Saat Terjebak Antrean
Persoalan toilet umum juga dirasakan para pelintas jalan, terutama ketika terjadi antrean kendaraan akibat pekerjaan perbaikan longsor di jalur tersebut.
Since, warga Mbay yang melintas di Bukit Pelangi, mengaku kesulitan ketika harus menunggu selama sekitar dua jam akibat perbaikan jalan.
“Dengan situasi begini, kami tertahan karena ada perbaikan longsor selama dua jam. Bagaimana kami mau buang air kecil? Tidak ada toilet,” keluhnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya fasilitas umum di kawasan persinggahan yang berada pada jalur strategis lintas Flores. Tanpa toilet yang memadai, pengendara dan penumpang terpaksa menahan kebutuhan biologis atau meminta izin menggunakan fasilitas milik warga.
Para pedagang dan pengguna jalan berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan keindahan Bukit Pelangi sebagai destinasi wisata, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar pengunjung.
Mereka menginginkan Bukit Pelangi menjadi tempat persinggahan yang layak, dengan akses air bersih, toilet umum, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dengan demikian, Bukit Pelangi tidak hanya menarik untuk diabadikan dalam foto, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan, pelintas jalan, serta masyarakat yang menggantungkan penghidupan melalui usaha kecil di kawasan tersebut. (Silvia). ***

