HP Lipat Kuasai 2026, Ponsel Biasa Tergeser
redaksi - Kamis, 19 Februari 2026 20:31
HP lipat dari Apple (sumber: Istimewa)JAKARTA (Floresku.com) – Era ponsel pintar konvensional dengan layar datar diperkirakan mulai memasuki masa senja pada 2026. Setelah lebih dari satu dekade mendominasi pasar, perangkat non-lipat kini menghadapi tekanan besar akibat kejenuhan konsumen dan minimnya inovasi desain.
Lonjakan harga perangkat yang dipicu kelangkaan komponen global turut mempercepat pergeseran tren. Konsumen dinilai semakin selektif dan enggan mengganti ponsel standar setiap tahun. Sebaliknya, mereka mulai melirik perangkat generasi baru dengan desain lebih fleksibel dan mendukung produktivitas, yakni ponsel lipat.
Lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengapalan ponsel non-foldable akan turun 1,4 persen pada 2026. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat terhadap perangkat dengan inovasi terbatas.
Di sisi lain, segmen ponsel lipat justru diprediksi tumbuh signifikan hingga 29,7 persen pada 2026. Pertumbuhan tersebut didorong kehadiran berbagai model baru, termasuk rencana peluncuran iPhone lipat pertama oleh Apple Inc. serta inovasi ponsel lipat tiga dari Samsung Electronics melalui lini Galaxy Z TriFold.
Baca juga:
- KDM Akan Jemput Korban TPPO Asal Jabar di Sikka, NTT
- Presiden Prabowo Hadiri Business Summit di Washington DC
- Kakek (80) Diduga Cabuli Dua Anak Perempuan
Selain itu, produsen asal Tiongkok seperti Huawei juga diperkirakan mencatat pertumbuhan kuat lewat perangkat lipat berbasis sistem operasi HarmonyOS Next.
Analis IDC menyebut tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi kategori ponsel lipat secara global. Masuknya Apple ke segmen ini dinilai berpotensi menjadi “game-changer” yang mempercepat adopsi massal.
Dengan tren tersebut, ponsel lipat diproyeksikan bukan lagi sekadar perangkat premium, melainkan standar baru komunikasi dan gaya hidup digital di masa depan.

