Longsor Pertama di Palue Selesai Dibersihkan, Besok Titik Kedua
Redaksi - Rabu, 19 Agustus 2026 19:55
Material longsor pada titik pertama di Kecamatan Palue telah selesai dibersihkan, Rabu (19/8) (sumber: Istimewa)MAUMERE (Floresku.com) — Penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka terus dipercepat. Salah satu prioritas utama adalah membersihkan material longsor yang menutup dan menghambat akses masyarakat di Kecamatan Palue.
Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, S.T., M.Eng., yang akrab disapa Femy Bapa, mengatakan material longsor pada titik pertama di Kecamatan Palue telah selesai dibersihkan.
“Untuk lokasi longsor titik pertama di Kecamatan Palue, hari ini sudah selesai digusur. Besok kami akan melanjutkan penanganan pada titik longsor kedua,” ujar Femy Bapa.
Akses Masyarakat Jadi Prioritas
Menurut Femy, percepatan pembersihan material longsor merupakan bagian penting dari upaya memulihkan akses masyarakat setelah gempa bumi melanda Kabupaten Sikka.
Pembukaan akses menjadi penting, bukan hanya untuk memudahkan mobilitas warga, tetapi juga untuk memastikan distribusi bantuan dan pelayanan darurat dapat menjangkau masyarakat terdampak.
Femy mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan tingkat kerusakan di masing-masing lokasi.
Setelah titik pertama selesai ditangani, tim akan mengalihkan pekerjaan ke titik longsor kedua yang juga menghambat akses masyarakat.
Baca juga:
- Rumah Retak dan Hancur, Warga Kambe, Kisol Bertahan di Tenda: Sampai Kapan?
- Pasca-Gempa M 7,7, Layanan RSUD TC Hillers Maumere Disesuaikan
- TP PKK Sikka Gelar Trauma Healing bagi Anak Korban Gempa
“Tim terus bekerja dan berupaya agar akses yang terdampak longsor dapat segera dipulihkan. Kami berharap dengan terbukanya akses, mobilisasi masyarakat maupun distribusi bantuan kepada warga terdampak dapat berjalan lebih lancar,” katanya.
Libatkan Berbagai Unsur
Penanganan dampak gempa di Kabupaten Sikka dilakukan secara bersama-sama oleh Pemerintah Kabupaten Sikka bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Pembersihan material longsor di Palue menjadi salah satu pekerjaan prioritas mengingat wilayah tersebut turut merasakan dampak signifikan dari gempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka.
Selain membuka kembali akses yang tertutup material longsor, penanganan darurat juga diarahkan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.
Kondisi medan dan material longsoran menjadi perhatian dalam setiap proses pengerjaan sehingga pembukaan akses dapat dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Besok Berlanjut ke Titik Kedua
Dengan selesainya pembersihan pada titik pertama, tim Pos Komando Tanggap Darurat akan melanjutkan pekerjaan pada titik longsor kedua mulai besok.
Femy memastikan penanganan di sejumlah lokasi terdampak akan terus dilakukan secara bertahap hingga akses masyarakat kembali berfungsi.
“Penanganan terus kami lakukan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sikka berharap percepatan pembukaan akses di wilayah terdampak dapat membantu memulihkan aktivitas warga sekaligus memperlancar mobilisasi personel dan distribusi bantuan bagi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pascagempa.

