Mengintip 'Dunia' Katak
redaksi - Selasa, 01 April 2025 11:11
KITA sangat akrab dengan pepatah, ‘Seperti katak di bawah tempurung’. Namun, jujur saja, kita kurang menaruh perhatian yang lapak untuk ‘katak’.
Hewan kecil yang melompat ini sudah ada sejak dinosaurus menjelajahi Bumi, dan mereka berevolusi menjadi beberapa makhluk paling aneh dan keren di luar sana.

Dengan lebih dari 4.000 spesies yang dikenal di seluruh dunia, mereka hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, dari katak Amau Nugini yang kecil—lebih kecil dari uang receh—hingga katak Goliath yang besar, yang beratnya dapat mencapai lebih dari 3 kilogram.
Beberapa, seperti katak kaca, tembus pandang karena transparan. Katak kaca ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan, Meksiko, dan Trinidad dan Tobago. Mereka hidup di hutan tropis, dekat sungai dan anak sungai, serta di dahan dan daun pohon.
Ada katak yang menjadi ‘menu santapan yang lezat’ , sementara yang lain sangat beracun. Katak racun emas, misalnya, mengandung cukup racun untuk membunuh sepuluh manusia.

Dan jika Anda mengira semua katak adalah penghuni rawa, temui katak hujan gurun, amfibi kecil bulat yang bertahan hidup dalam kondisi kering dengan menyerap kelembapan melalui kulitnya.
Katak memainkan peran penting dalam ekosistem dengan mengendalikan populasi serangga dan menjadi mangsa bagi banyak predator.
Namun, hilangnya habitat, polusi, dan penyakit mengancam banyak spesies.
Tulisan dan gambar yang ditayangkan hari ini menjadi pengingat bagi kita bahwa amfibi ini lebih dari sekadar binatang pemakan bangkai di halaman belakang. Namun, sejatinya mereka adalah bagian penting dari dunia alam di sekitar kita. (*)