Minat Baca Sikka 58,43, Disarpus Genjot Inovasi Literasi
Redaksi - Rabu, 22 April 2026 15:20
Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka (sumber: Humas Disarpus Sikka)MAUMERE (Floresku.com ) — Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengungkapkan bahwa Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Sikka saat ini berada pada angka 58,43. Angka tersebut masih berada di bawah capaian tingkat Nusa Tenggara Timur yang mencapai 62,05.
Menurut Awales, TKM Kabupaten Sikka terdiri dari beberapa indikator utama, yakni pra membaca sebesar 51,79, saat membaca 57,66, dan pasca membaca 62,19.
Sementara pada tingkat provinsi, indikator pra membaca mencapai 55,84, saat membaca 61,42, dan pasca membaca 65,38.
“Data indikator penilaian TKM meliputi demografi, pertanyaan tambahan, pra membaca, saat membaca, pasca membaca, serta interaksi dengan perpustakaan,” jelasnya.
Kolaborasi Kampus Dorong Digitalisasi
Dalam upaya meningkatkan budaya literasi, Disarpus Sikka tengah mengembangkan website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Program ini mendapat dukungan dari dua perguruan tinggi di Maumere, yakni Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero dan Universitas Nusa Nipa.
Saat ini, sistem layanan perpustakaan juga mulai bertransformasi secara digital melalui pendaftaran anggota secara online dan penggunaan barcode bagi pengunjung.
Baca juga
- Srikandi Pertiwi, Wadah BRI untuk Perempuan Tangguh dan Inovatif
- Pelayanan Dukcapil Sikka Terbatas, Warga Diminta Maklum
- Kadis Disarpus Sikka Tanam Jati Emas, Gaungkan Semangat Hari Bumi 2026
“Di tengah efisiensi anggaran, kami bersyukur mendapat dukungan dari dua perguruan tinggi di Kabupaten Sikka dalam pengembangan website dan digitalisasi perpustakaan,” ujar Awales.
Perluasan Layanan Hingga Desa
Disarpus Sikka juga активно memperluas jangkauan layanan melalui program kunjungan literasi ke sekolah-sekolah dan Taman Baca Masyarakat (TBM).
Program ini dilaksanakan bersama Bunda Literasi Kabupaten Sikka dan didukung oleh mobil perpustakaan keliling (MPK).
Selain itu, program inovatif bertajuk GRAB (Gerakan Antar Buku) kini tengah dikembangkan untuk menjangkau kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, serta pasien dan keluarga pasien di rumah sakit di Maumere dan Kewapante.
“Program ini bertujuan menghadirkan layanan literasi secara inklusif, sehingga semua lapisan masyarakat dapat mengakses bahan bacaan,” tambahnya.
Wisata Literasi dan Sains
Tak hanya itu, Disarpus Sikka juga mengembangkan program wisata literasi dan sains. Program ini dirancang untuk memperkenalkan Perpustakaan Daerah Frans Seda sekaligus mengajak peserta mengenal sejumlah institusi penting seperti kantor Bupati Sikka, DPRD, hingga Gramedia Maumere.
Melalui berbagai inovasi ini, Disarpus Sikka berharap mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem literasi yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Kabupaten Sikka. (Silvia). ***

