Pesan Inspiratif: Kamu Adalah Garam dan Terang Dunia
Redaksi - Selasa, 09 Juni 2026 07:56
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri diedit AI)Oleh Pater Gregor Nule SVD
Pengalaman harian menunjukkan betapa besar dan pentingnya peranan garam dan terang atau cahaya. Tanpa garam makanan jadi hambar, tidak berasa sedikit pun dan cepat membusuk.
Demikian pun peranan terang atau cahaya. Kita bisa bayangkan malam tanpa cahaya lampu, bulan atau bintang-bintang. Kita merasa sepertinya semua menjadi gelap, mencekam. Kita hampir tidak bisa buat hal lain kecuali tidur.
Dalam perikop Injil Mat 5:13-16 Yesus berbicara tentang garam dan terang di dunia. Jika garam kehilangan rasa asinnya maka tidak ada gunanya lagi.
Demikian pun pelita atau lilin bernyala bukannya ditempatkan di bawah tempat tidur atau meja, melainkan di atas kaki dian atau tempat yang tinggi sehingga menerangi semua orang di dalam rumah.
Yesus berkata kepada para rasul dan kita sekalian, "Kamu adalah garam dunia....", (Mat :13). " Kamu adalah terang dunia", (Mat 5:14).
Yesus tidak sekedar minta atau harapkan agar kita menjadi garam dan terang dunia, melainkan kita dipanggil, dituntut dan diutus untuk menjadi garam dan terang dunia.
Menjadi garam dan terang dunia merupakan menjadi tugas dan hakekat kita sebagai murid-murid Kristus.
Pertama, seperti garam dan pelita bernyala, kita mesti memberikan pengaruh yang baik dan positif kepada orang lain dan di dalam kehidupan bersama, melalui kata, pengajaran, nasihat, sikap dan perbuatan.
Kita tidak boleh memberikan teladan buruk atau mempengaruhi hidup orang lain dengan nasihat atau ajaran yang menyesatkan, laksana garam yang telah menjadi tawar atau pelita bernyala di bawah gantang.
Kedua, Panggilan Tuhan untuk menjadi saksi Kristus melalui hidup dan karya kita merupakan suatu keharusan atau kewajiban. Tidak boleh tawar-menawar. Atau menampilkan komitmen abu-abu dan suam-suam kuku.
Sebab dunia kita dan menawarkan dan diliputi oleh banyak hal negatif, ajaran, ideologi, pandangan hidup, sikap dan tindakan yang menyesatkan.
Karena itu, Yesus menuntut kita menjadi saksi dan lakukan sesuatu yang berarti. Kita tidak boleh tunda-tunda atau masa bodoh atau diam. Kita dituntut melawan arus.
Tidak perlu memikirkan dan merencanakan hal-hal besar dan revolusioner. Kita mulai dari diri dan rumah sendiri. Menjadi garam dan terang bagi rumah, komunitas dan lingkungan sekitar kita.
Sebab semua yang baik dan positif bukan hanya bermanfaat bagi kita, tetapi memuliakan Bapa yang di surga, (bdk Mat 5:16).
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 09 Juni 2026.***

