Pesan Inspiratif: Kelahiran Yohanes

Redaksi - Rabu, 24 Juni 2026 08:36
Pesan Inspiratif: Kelahiran YohanesPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri diedit AI)

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

SEMUAmanusia lahir bukan secara kebetulan. Manusia diciptakan dan hadir di atas bumi atas maksud dan alasan tertentu. Allah memiliki rencana tertentu bagi setiap manusia.

Perikop Injil Luk 1:57-66.80 menceritakan tentang kelahiran Yohanes dari pasangan Zakaria dan Elisabet yang mandul dan lanjut usia.  Mereka tidak punya harapan lagi.

Rencana Allah sungguh berbeda dari  rencana manusia. Bagi manusia tidak mungkin pasangan usia lanjut dan mandul bisa lahirkan anak, tetapi bagi Allah semuanya mungkin.

Zakaria, sang suami, tidak percaya bahwa istrinya akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaknya mereka namai Yohanes, dan bukan Zakaria sesuai tradisi. Akibatnya ia menjadi bisu.

Zakaria, bisu, bukan menjadi hukuman karena ia tidak percaya kepada berita kelahiran seorang anak laki-laki dan hendaknya ia beri nama Yohanes.  Artinya Allah berbelas kasih. Itulah arti nama Yohanes.

Dan, Allah lakukan semuanya  bukan sekedar untuk tunjukkan mukjizat, melainkan karena Allah menghendaki agar anak itu menjadi pemenuhan janji Allah, yakni menjadi Mesias. Karena Allah sungguh berbelas kasih terhadap nasib manusia yang terbelenggu dosa dan maut.

Itulah  sebabnya ketika tiba saatnya untuk memberi nama kepada anak itu, semua orang kehendaki agar namanya Zakaria atau nama lain dari anggota keluarga.

Tapi Elisabet  dan Zakaria ingin agar nama anak mereka adalah Yohanes sesuai pesan Malaikat Tuhan. Dan sejak saat itu ikatan lidah Zakaria terlepas dan dia bisa berbicara. Zakaria bisa berbicara lagi karena  ia percaya akan Allah dan rencanaNya.

Yohanes lahir untuk melaksanakan misi khusus sebagai bentara dan pendahulu bagi Yesus. Ia mempersiapkan jalan bagi Yesus dengan ajakan dan bahkan tuntutan untuk bertobat.

Ia menuntut agar orang-orang bertobat sebagai syarat untuk menyambut Yesus. Yohanes bukanlah Mesias, tetapi jalan yang menghubungkan dan mempertemukan Yesus dengan manusia.

Kita juga diciptakan Tuhan dan lahir di atas bumi sesuai rencana dan kehendak Tuhan. Kita bukan lahir karena satu kebetulan atau menurut rencana orang tua.

Tuhan telah punya rencana untuk setiap manusia. Rencana itu berhubungan dengan tugas dan misi tertentu di dunia.

Mungkin ada orang yang dipanggil menjadi imam, suster dan biarawan-biarawati. Ada juga yang dipanggil menjadi dokter, polisi, tentara, ASN, petani atau pedagang dan lain-lain.

Profesi dan pekerjaan kita menjadi jalan untuk melayani dan melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain dan untuk kemuliaan Allah.

Karena itu, anak yang lahir dan pilihan hidupnya bukanlah proyek orang tua dan keluarga, melainkan urusan dan  rencana Tuhan.  Maka kita mesti taat pada kehendak Allah.

Intervensi orang tua terhadap panggilan hidup seorang anak hendaknya dibatasi.  Kita mesti mendukung anak dalam memilih, menentukan, memutuskan dan menjalaninya.

Semoga setiap orang menghargai dan mengembangkan tugas dan misi dengan baik sebagai ungkapan syukur dan sekaligus tanggung jawab terhadap panggilan Allah.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kemah Tabor, 24 Juni 2026

RELATED NEWS