Pesan Inspiratif: Tuhan Membutuhkan Telinga dan Hati Kita

Redaksi - Sabtu, 19 September 2026 10:41
Pesan Inspiratif: Tuhan Membutuhkan Telinga dan Hati KitaPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Salam pagi saudara/iku dan selamat berakhir pekan.

Kita bersyukur karena Allah telah mengutus Yesus ke dunia  untuk mewartakan SabdaNya dan menghadirkan kerajaan Allah. Yesus adalah Sabda  Sabda yang telah menjadi Manusia dan diam di antara kita.

Kita juga patut berterima kasih karena Tuhan berkenan melibatkan kita dalam seluruh karya penyelamatan manusia dam dunia.

Kita dipanggil untuk mendengarkan Yesus dan SabdaNya serta menjadi tempat subur untuk menumbuhkan dan mengembangkan benih Sabda itu sehingga menghasilkan buah berlimpah.

Yesus berkata, "Barang siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar", (Luk 8:8).

Tuhan  butuhkan telinga yang peka untuk mendengarkan dengan teliti suara Tuhan. Kita mesti punya waktu dan perhatian serius untuk membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan. Kita mesti membaca Kitab Suci dan merenungkannya.

Tuhan juga tuntut hati yang bersih, bebas dari segala ketidakberesan, kekacauan, konflik, permusuhan, kebencian dan dendam.

Hati yang baik dan suci menjadi tanah subur, tempat persemaian benih Sabda Allah. Hati menjadi tempat menanam  benih Sabda Allah, menumbuhkan, mengembangkan dan menghasilkan buah dalam jumlah seratus kali lipat.

Tuhan berkarya bersama dan melalui kita atau bahkan menggunakan kita untuk menghadirkan KerajaanNya, mewartakan Sabda Sukacita dan menyebarluaskan karya keselamatanNya kepada semua orang di seluruh jagat.

Karena itu, hidup kita mesti sungguh dijiwai roh Allah sehingga kita  memiliki hati yang lemah lembut, terbuka dan suka mengampuni. Hati penuh kasih persaudaraan,  damai sejahtera, dan kerelaan untuk berkorban untuk kebaikan banyak orang.

Kita hidup dalam iman teguh dan harapan kokoh sehingga kita bisa menolong orang-orang yang hampir putus asa dan kehilangan harapan karena alasan tertentu.

Kita mewartakan damai sejahtera kepada mereka yang hidup dalam konflik dan permusuhan. Kita tidak hanya omong dan ajak orang untuk berdamai, tetapi kita sendiri cinta damai dan hidup dalam damai.  

Kita suka mengampuni dan cepat mencari solusi serta jalan keluar jika kita sendiri terlibat dalam konflik dan permusuhan. Kita mewartakan damai sejahtera melalui kata, sikap dan perbuatan kita.  Kita memberikan kesaksian hidup.

Kita juga mewartakan kasih Tuhan melalui perhatian kita kepada orang-orang yang membutuhkan perhatian dan kasih. Kita tidak hanya omong, kita tunjukkan lewat tindakan nyata.

Semoga kita menjadi tanah yang baik sehingga harapan Yesus sungguh menjadi kenyataan.

Kata Yesus, "Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan", (Luk 8:15).

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 19 September 2026

RELATED NEWS