13 LC Dipulangkan, Kuasa Hukum Eltras Pub Bereaksi
redaksi - Senin, 23 Februari 2026 19:33
Kuasa Hukum Eltras Pub, Roy Lameng (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi (KDM) (sumber: Instagram/Silvia)MAUMERE (Floresku.com) - Kepulangan 13 lady companion (LC) yang dijemput Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi (KDM) dari Maumere memantik reaksi dari kuasa hukum Eltras Pub, Rio Lameng. Ia menilai kepulangan tersebut berdampak langsung pada proses hukum yang tengah berjalan, khususnya terkait aduan mereka atas pernyataan Novia alias Novi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sikka.
“Kepulangan Novia alias Novi dan 12 rekannya dengan sendirinya melemahkan aduan kami terkait pernyataan Novi saat RDP di DPRD Sikka. Kami dapat katakan penegakan hukum terkesan berat sebelah. Giliran truk F mangadu langsung diproses, giliran kami yang teradu sekarang justru dipulangkan,” ujar Rio, Senin (23/2).
Menurut Rio, dari 13 LC yang telah kembali ke daerah asalnya, sebanyak 12 orang masih memiliki kewajiban utang berupa cash bon kepada pihak manajemen. Total nilai cash bon tersebut, katanya, mencapai lebih dari Rp131 juta.
Baca juga:
- Petrus Selestinus Duga Oknum Polisi Terlibat TPPO
- Gubernur Jabar, KDM Jemput 12 LC Jabar dari Maumere
- Yesus Adalah Hakim yang Adil Pada Akhir Zaman
“Dari 13 LC yang sudah pulang itu, 12 orang mempunyai utang (cash bon) yang harus dibayar kepada klien kami. Bukti percakapan terkait cash bon juga ada,” tegasnya.
Rio menambahkan, pihaknya berharap persoalan ini tidak berhenti hanya pada polemik pemulangan, tetapi juga memperhatikan aspek perdata yang menurutnya masih menjadi tanggung jawab para LC.
Sementara itu, KDM menanggapi soal utang cash bon tersebut dengan menyatakan kesediaannya untuk membantu pembayaran, namun dengan sejumlah catatan. “Saya bersedia membayar, namun harus dilihat dulu utangnya diakibatkan oleh apa. Sebelum mereka membayar utangnya, apa kewajiban perusahaan terhadap mereka sudah dipenuhi atau tidak,” ujar KDM.
Polemik ini pun menambah panjang dinamika kasus yang sempat mencuat dalam forum resmi DPRD Sikka dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Sikka. (Silvia).

