AFTECH–Mandala Dorong Akses Kredit Inklusif Nasional

redaksi - Jumat, 13 Februari 2026 16:03
AFTECH–Mandala Dorong Akses Kredit Inklusif Nasionaleluncuran White Paper - AFTECH dan Mandala, Rabu (11/2), (sumber: [email protected])

JAKARTA (Katolikku.com) - Upaya memperluas akses pembiayaan formal di Indonesia kembali mendapat dorongan melalui peluncuran White Paper oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting. 

Dokumen bertajuk Mendorong Perluasan Akses Kredit melalui Kolaborasi Bertanggung Jawab antara Bank dan Pindar ini menyoroti pentingnya sinergi perbankan dengan platform pinjaman daring (pindar) dalam menjawab tantangan inklusi keuangan nasional.

Peluncuran white paper yang berlangsung di Jakarta, Rabu (11/2), menjadi forum dialog lintas pemangku kepentingan, mulai dari regulator, perbankan, asosiasi industri, hingga pelaku sektor keuangan digital. 

Studi ini mengungkap bahwa masih terdapat kesenjangan besar dalam akses kredit formal, terutama bagi kelompok underbanked dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan.

Baca juga:

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menegaskan bahwa stagnasi akses kredit mencerminkan keterbatasan sistem pembiayaan konvensional. 

Menurutnya, kolaborasi bank dan pindar menjadi strategi penting untuk menjangkau segmen masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari layanan keuangan formal, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola.

Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan peran bank sebagai sumber pendanaan pindar meningkat tajam, dari Rp4,5 triliun pada 2021 menjadi Rp46,1 triliun pada 2024. Angka ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan perbankan terhadap model bisnis fintech lending.

Sementara itu, CEO Mandala Consulting, Manggala Putra Santosa, menyebut rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih stagnan di kisaran 36 persen, jauh di bawah rata-rata negara kawasan. 

Padahal, data World Bank mencatat sekitar 48 persen penduduk dewasa Indonesia masih underbanked, dan inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70 persen.

White paper ini juga menyoroti peran pindar sebagai kanal pembiayaan yang tumbuh paling cepat, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 34 persen dalam lima tahun terakhir. Dengan dukungan teknologi digital dan pemanfaatan data alternatif, pindar dinilai mampu menjadi jembatan awal bagi masyarakat untuk membangun rekam jejak kredit sebelum masuk ke sistem perbankan.

Melalui kolaborasi yang terstruktur dan bertanggung jawab, AFTECH dan Mandala meyakini sinergi bank–pindar dapat menjadi motor penting menuju inklusi keuangan yang lebih merata dan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. (SP). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS