Aksi Heroik Bidan Muda Selamatkan Ibu dan Bayi di Tengah Laut
Redaksi - Sabtu, 23 Mei 2026 10:05
Bidan Theresa (sumber: Dokpri/Molase Floresku.com)MAUMERE (Floresku.com) – Aksi heroik seorang bidan muda asal Kabupaten Sikka, Theresa Arias Viviyanti, mendadak viral di media sosial setelah berhasil membantu proses persalinan darurat seorang ibu hamil di atas KM Dharma Rucitra VII yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Maumere.
Theresa yang baru saja mengangkat sumpah profesi kebidanan pada 9 Mei 2026 usai menyelesaikan Pendidikan Profesi Bidan di Universitas Kadiri, harus menghadapi situasi menegangkan di tengah laut dengan fasilitas medis yang sangat terbatas.
Peristiwa itu terjadi saat kapal berada jauh dari daratan dan tanpa akses komunikasi memadai. Theresa mengaku awalnya mendapat informasi dari seorang kernet mobil ekspedisi yang panik karena ada penumpang yang hendak melahirkan.
“Saya langsung menuju ruang medis kapal. Di sana sudah ada seorang petugas kesehatan laki-laki, tetapi situasinya memang sangat tegang,” ujar Theresa saat ditemui di kediamannya di Waidoko, Kabupaten Sikka, Jumat (22/5).
Setelah memeriksa kondisi pasien, Theresa mendapati tekanan darah sang ibu mencapai angka 160 dan memiliki riwayat hipertensi. Kondisi itu membuat persalinan tergolong berisiko tinggi.
“Biasanya kalau di puskesmas dengan tensi setinggi itu harus segera dirujuk ke rumah sakit. Tetapi waktu itu kami berada di tengah laut,” katanya.
Di tengah kepanikan, Theresa berusaha menenangkan pasien yang terus berteriak karena kesakitan dan ketakutan menghadapi persalinan anak pertama.
Baca juga:
- Menjadi Saksi Kristus
- SRC Gandeng BUMN untuk Perkuat Ekosistem UMKM Nasional
- Bacaan Liturgis, Sabtu, 23 Mei 2026
“Saya minta ibu atur napas dan mengikuti arahan supaya tidak kehabisan tenaga,” tuturnya.
Proses persalinan berlangsung dramatis karena sang ibu mulai kelelahan setelah terus mengedan sejak awal kontraksi. Situasi makin menegangkan ketika Theresa melihat bayi belum menangis setelah dilahirkan.
“Saya sempat panik karena badan bayi tampak kebiruan. Saya langsung menepuk perlahan dan Puji Tuhan akhirnya bayi perempuan itu menangis,” katanya haru.
Tangisan pertama bayi tersebut langsung membuat suasana ruang medis kapal berubah penuh emosi. Bahkan kapten kapal disebut sempat menuliskan nama bayi itu di selembar kertas. Bayi perempuan tersebut diberi nama Clarista Lucitra.
Theresa mengatakan keputusan membantu persalinan di tengah laut menjadi salah satu pengalaman paling berat dalam hidupnya.
“Mau menolong takut karena risikonya besar, tetapi kalau tidak menolong saya merasa sangat bersalah. Saya lakukan ini murni karena kemanusiaan,” ujarnya.
Usai persalinan, Theresa juga meminta agar ibu dan bayi dirujuk ke fasilitas kesehatan saat kapal bersandar di Labuan Bajo karena kondisi pasien dinilai belum stabil untuk melanjutkan perjalanan ke Maumere.
Diketahui, ibu yang melahirkan berasal dari Paga, Kabupaten Sikka, sementara suaminya berasal dari Kabupaten Malaka. Pihak kapal turut membantu pengurusan administrasi kelahiran bayi selama perjalanan berlangsung.
Theresa sendiri mengaku tidak menyangka foto dan kisah persalinan tersebut menjadi viral setelah sebelumnya hanya diunggah melalui status WhatsApp pribadinya.
“Saya membantu dengan ikhlas, bukan untuk mencari popularitas atau validasi media sosial,” tegasnya. (Silvia). ***

