Anak yang Kenyang Hari Ini adalah Pemimpin Indonesia Masa Depan

Redaksi - Rabu, 10 Juni 2026 12:59
Anak yang Kenyang Hari Ini adalah Pemimpin Indonesia Masa DepanTatap Muka Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia bersama Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Aula El Tari, Kupang. (sumber: Istimewa)

KUPANG (Floresku.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar membagikan makanan kepada anak-anak. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Tatap Muka Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia bersama Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Aula El Tari, Kupang.

Dalam kesempatan itu, Menteri HAM RI, Natalius Pigai, didampingi sejumlah pihak terkait berdiskusi mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di NTT.

"Anak yang kenyang hari ini adalah pemimpin NTT dan Indonesia di masa depan," menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, MBG harus dipandang sebagai upaya negara untuk memastikan tidak ada anak yang harus belajar dalam kondisi lapar. Program ini juga bertujuan menjamin para ibu hamil, ibu menyusui, serta balita memperoleh hak atas asupan gizi yang layak demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.

"Ini bukan sekadar program makan. Ini tentang memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar, tidak ada ibu dan balita yang kehilangan hak atas gizi yang layak, dan tidak ada masa depan yang terhambat karena keterbatasan hari ini," tegasnya.

Baca juga:

Lebih jauh, Program Makan Bergizi Gratis dinilai memiliki efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran program ini membuka peluang ekonomi baru di daerah karena melibatkan berbagai pelaku usaha lokal.

Petani didorong meningkatkan produksi pangan, nelayan semakin bergairah melaut, peternak memperoleh pasar yang lebih pasti, pelaku UMKM tumbuh, dan lapangan kerja baru tercipta di berbagai sektor pendukung.

Namun demikian, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan manfaat program tersebut dapat dirasakan secara merata, terutama di wilayah-wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T) di Nusa Tenggara Timur.

"Karena masa depan Indonesia Emas 2045 sedang dibangun dari piring makan anak-anak kita hari ini," demikian pesan yang mengakhiri diskusi tersebut.

Bagi NTT, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan gizi masyarakat saat ini, tetapi juga tentang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi unggul yang kelak akan memimpin daerah dan bangsa. (SP/Silvia). ***

Editor: Redaksi

RELATED NEWS