Angin Kencang, Bikin Enam Desa Lio Timur Gelap Gulita
redaksi - Rabu, 28 Januari 2026 09:51
Angin badai menyebabkan pohon tumbang dan menggangg jaringan listrik. (sumber: Video-wa/Silvia)ENDE (Katolikku.com) - Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, sejak 20 Januari 2026 menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan memutus jaringan listrik. Akibatnya, sedikitnya enam desa mengalami pemadaman total dan hingga kini masih berada dalam kondisi gelap gulita.
Salah seorang warga, Sarni, saat ditemui media mengungkapkan bahwa angin kencang terjadi sejak 20 Januari dan berdampak serius pada jaringan listrik di wilayah tersebut.
Menurutnya, pohon tumbang di wilayah Watulepi menjadi penyebab utama terputusnya aliran listrik.
“Sejak tanggal 20 Januari angin kencang melanda wilayah kami,” ujar Sarni. Ia menjelaskan, peristiwa tersebut mengakibatkan jaringan listrik rusak dan berdampak pada beberapa desa, antara lain Desa Wolosambi, Nualima, Detupera, Fatamari, Wololele A, dan Mbewawora.
Baca juga;
- Bacaan Liturgis, Rabu, 28 Januari 2026
- Festival Golo Koe Labuan Bajo Masuk Top Ten KEN 2026
- Bacaan Liturgis, Selasa, 27 Januari 2026
Sarni menambahkan bahwa warga telah berupaya menghubungi pihak PLN melalui layanan PLN Mobile. Namun hingga kini, belum ada respons yang diterima. “Kami sudah menghubungi pihak PLN, tetapi nomor di aplikasi PLN Mobile sepertinya tidak aktif,” katanya.
Kondisi tanpa listrik membuat aktivitas warga menjadi sangat terbatas. Selain penerangan yang tidak tersedia, jaringan komunikasi juga terganggu.
“Sudah tidak ada listrik, sinyal pun susah. Suasana seperti kembali ke zaman dulu,” ungkap Sarni, yang berprofesi sebagai guru SD asal Desa Wolosambi.
Untuk kebutuhan sehari-hari, warga masih mengandalkan kayu bakar untuk memasak. Sementara itu, penggunaan minyak tanah dibatasi karena harganya yang cukup mahal. “Minyak tanah sekarang Rp10.000 per liter dan kami lebih menggunakannya untuk penerangan malam hari,” ujarnya.
Warga berharap pihak terkait segera turun tangan agar perbaikan jaringan listrik dapat segera dilakukan demi memulihkan aktivitas dan kehidupan masyarakat di wilayah Lio Timur. (Silvia). ***

