Arca Maria Assumpta Bangkitkan Aksi Ekologis di Wae Nakeng

Redaksi - Jumat, 17 Juli 2026 19:51
Arca Maria Assumpta Bangkitkan Aksi Ekologis di Wae NakengKunjungan Arca Maria Assumpta di Wae Nakeng (sumber: Vinsen Patno)

WAE NAKENG (Floresku.com) – Ziarah Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara di wilayah Kevikepan Wae Nakeng tidak hanya menjadi momentum penguatan devosi umat kepada Bunda Maria, tetapi juga menghidupkan gerakan ekologis di berbagai paroki. 

Kehadiran arca mendorong umat mewujudkan iman melalui aksi nyata merawat lingkungan.

Sepanjang perjalanan ziarah yang dimulai pada 10 Juli 2026, umat menyambut Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara dengan doa Rosario, perayaan Ekaristi, perarakan, nyanyian pujian, hingga ritus adat khas Manggarai. 

Di balik suasana religius tersebut, umat juga bergotong royong membersihkan lingkungan gereja, menanam pohon, mengelola sampah, dan menghidupkan kembali semangat menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Gerakan itu menjadi implementasi tema Festival Golo Koe 2026, yakni "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan." 

Tema tersebut menegaskan bahwa festival tidak berhenti pada seremoni keagamaan, tetapi menjadi gerakan pastoral yang mengajak umat membangun persaudaraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga:

Pastor Paroki Datak, Rm. Fredy Saldi, mengatakan prosesi tahun ini menghadirkan dimensi baru dalam kehidupan menggereja.

"Umat tidak hanya diajak semakin tekun berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menghidupi devosi itu melalui tindakan nyata merawat ciptaan. Karena itu kami mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja serta menanam pohon sebagai ungkapan tanggung jawab bersama menjaga bumi yang sedang menjerit akibat krisis ekologis," ujarnya.

Menurut Rm. Fredy, spiritualitas dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Devosi kepada Maria, katanya, justru mendorong umat semakin peduli terhadap kehidupan dan alam ciptaan.

Senada dengan itu, Vikaris Episkopal Wae Nakeng, Rm. Ferdi Gadu, menegaskan bahwa perjalanan bersama Bunda Maria merupakan perjalanan iman yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Berjalan bersama Bunda Maria berarti belajar berjalan sebagai murid Kristus. Perjalanan itu bukan hanya menuju altar, tetapi juga menuju sesama dan ciptaan yang dipercayakan Allah kepada kita. Devosi yang sejati harus berbuah dalam aksi nyata," katanya.

Semangat pertobatan ekologis yang mewarnai Festival Golo Koe juga sejalan dengan pesan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat meluncurkan Festival Golo Koe 2026 pada 4 Juni lalu. Ia mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi krisis iklim dan kelangkaan ekologis yang menuntut keterlibatan nyata seluruh umat.

Menurutnya, krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan moral dan spiritual sehingga Gereja dipanggil menghadirkan pertobatan ekologis melalui berbagai aksi nyata menjaga bumi.

Selama sepekan, 10–16 Juli 2026, Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara telah mengunjungi enam paroki di Kevikepan Wae Nakeng. 

Ribuan umat menyambutnya dengan penuh sukacita melalui doa, liturgi, perarakan iman, serta berbagai tradisi budaya Manggarai yang memperlihatkan keharmonisan antara iman Kristiani dan budaya lokal.

Perjalanan ziarah akan berlanjut menuju sembilan paroki di Kevikepan Pacar, kemudian mengunjungi 12 paroki di Kevikepan Labuan Bajo sebelum berakhir di Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo pada 5 Agustus 2026. 

Seluruh rangkaian akan mencapai puncaknya pada Prosesi Akbar Festival Golo Koe, 14 Agustus 2026, saat Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara diarak dari Waterfront City menuju Bukit Golo Koe sebagai simbol perjalanan Gereja yang semakin sinodal, solider, dan peduli terhadap keutuhan ciptaan. (Vinsen Patno). ***

RELATED NEWS