SERI ORANG KUDUS: Senin, 06 September: Santu Thomas Tzugi, Martir

redaksi - Senin, 06 September 2021 10:28
SERI ORANG KUDUS: Senin, 06 September: Santu Thomas Tzugi, MartirSantu Thomas Tzugi, Martir (sumber: Istimewa)

 Oleh: RD Egi Parera
 

Para Rekan Klerus, 
Para Saudaraku terkasih
Selamat Senin pagi

THOMAS Tzugi lahir di Omura, Jepang. Dari keluarga Kristen. Sejak kecil ia merasa tertarik dengan hidup para Misionaris. Oleh sebab itu ia bercita-cita untuk menjadi Imam. Di sekolah ia terkenal cerdas. Ia masuk Yesuit. Ia ditahbiskan. Ia tampil rajin dan menjadi Pengkotbah ulung. 

Ketika terjadi penghambatan terhadap Umat Kristen dan Karya Misi, Thomas dipindahkan ke Makao. Namun ia merasa tidak tentram memikirkan nasib saudara-saudaranya dan kehidupan Gereja. Ia lalu kembali dan mau menderita bersama mereka. Tidak lama berada di Omura,  Thomas diseret ke penjara bersama 2 orang kawannya. 06 September 1627 mereka dibawa ke tempat hukuman mati. 

Mereka menaiki timbunan kayu yang telah disuluti api. Kepada ribuan orang yang datang untuk menyaksikan hukuman mati ini, Thomas memberikan wejangan Iman akan Kristus. Banyak orang mencucurkan air mata mendengar dan menyaksikan peristiwa ini. Mereka juga menjadi saksi Thomas yang meninggal secara ajaib. Dari dadanya, terpancarlah api yang menyala-nyala dan bersinar tinggi ke langit. Apakah nyala ini adalah gambaran jiwanya yang melayang ke dalam kemuliaan surgawi?.

"Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus" (Lukas 6,11).

Marilah kita berdoa.:Ya Allah yang Mahabaik. Engkau menghendaki GerejaMu berkembang melalui Salib, ujian, cobaan dan tantangan untuk mematangkan hidupnya. Dari waktu ke waktu, dari tempat ke tempat, selalu ada orangnya sebagai bintang yang tak berhenti bercahaya, sebagai kembang yang indah di tanganMu untuk mengharumkan NamaMu dan memperkembangkan GerejaMu. Bantulah kami, bukalah kiranya hati kami. Biarkanlah kamipun, menjadi kembang indah dan bintang mungil nan indah itu. Ya Santu Martir Thomas Tzugi, doakanlah kami. Biarkanlah Gereja yang untuknya engkau serahkan nyawamu, maju terus menjadi semakin matang di Jepang juga di negara-negara kami. Amin. 

Selamat beraktifitas.
Semoga sehat selalu. Horas. 
✝️
(Oppung,  RD Egidius Parera, Pastor Rekan Paroki St Madeleine Kombandaru Kevikepan Ende)

Editor: Redaksi

RELATED NEWS