BMKG Bantah OMC Bom Waktu, Klaim Medsos Dinilai Sesat

redaksi - Jumat, 30 Januari 2026 11:42
BMKG Bantah OMC Bom Waktu, Klaim Medsos Dinilai SesatIlustrasi: Operasi modifikasi cuaca (OMC). (sumber: Instagram-BMKG)

JAKARTA (Floresku.com) - BMKG menegaskan, klaim yang menyebut operassi modifikasi cuaca (OMC) sebagai “bom waktu” tidak memiliki dasar ilmiah dan berpotensi menyesatkan masyarakat. 

Dalam keterangan pers, Rabu (28/1), BMKG menyatakan sejumlah narasi menyebut OMC dapat memicu cuaca tidak stabil, membentuk cold pool, hingga memindahkan hujan dan menyebabkan banjir besar.

Menurut BMKG, anggapan tersebut keliru dan justru bisa menimbulkan rasa aman semu di tengah upaya mitigasi bencana. Terkait cold pool, BMKG menjelaskan fenomena itu merupakan proses meteorologi alami yang terjadi ketika udara dingin hasil penguapan hujan jatuh ke permukaan bumi.

“Cold pool bukan efek samping berbahaya dari OMC. Teknik penyemaian awan tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk secara alami,” tulis BMKG.

Baca juga:

BMKG juga membantah OMC menjadi pemicu cuaca ekstrem atau memindahkan hujan ke wilayah lain. Dalam praktiknya, OMC dilakukan dengan menyemai awan di laut agar hujan turun di perairan, serta melemahkan pertumbuhan awan di daratan supaya intensitas hujan tidak berkembang secara ekstrem.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memastikan OMC tidak merusak ekosistem. Ia menyebut bahan seperti garam dapur dan kapur tohor telah melalui kajian ilmiah dan tidak berdampak signifikan terhadap kualitas air.

“Modifikasi cuaca pada dasarnya aman untuk dilakukan dan tidak membahayakan lingkungan,” ujar Faisal di Kompleks Parlemen Senayan.

BMKG menilai banjir lebih dipengaruhi oleh daya dukung lingkungan yang menurun, termasuk hilangnya daerah resapan air di Jabodetabek. Karena itu, penataan lingkungan tetap menjadi kunci utama, sementara OMC hanya berperan sebagai upaya pendukung menghadapi perubahan iklim. (Sandra). ***

Editor: redaksi
Tags BMKGcuacaOMCbnjirBagikan

RELATED NEWS