Bone Gaspol Infrastruktur, Jemput Anggaran Triliunan
Redaksi - Minggu, 03 Mei 2026 16:06
Bupati Bone pantau langsung proses pengaaspalan jalan sepanjang 1 kilometer di Desa Selli, Kecamatan Bengo, Jumat, 24 April 2026. (sumber: Istimewa)BONE (Floresku.com) – Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman terus menggenjot pembangunan infrastruktur secara agresif.
Tahun 2026 diproyeksikan sebagai momentum percepatan, dengan fokus pada jalan, drainase, pertanian, hingga rencana pembangunan pelabuhan strategis di wilayah selatan.
Strategi “menjemput anggaran” dari pemerintah pusat dan provinsi mulai membuahkan hasil. Dalam waktu relatif singkat, Bone berpotensi memperoleh dukungan dana hingga triliunan rupiah yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen terhadap kualitas pembangunan ditunjukkan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman.
Sebagai contoh, dii sela agenda pemerintahan yang padat, ia turun langsung memantau proyek pengaspalan jalan sepanjang 1 kilometer di Desa Selli, Kecamatan Bengo, Jumat (24/4) lalu.
Kehadirannya di lokasi proyek bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah daerah.
Baca juga:
Dalam peninjauan tersebut, ia menegaskan bahwa setiap proyek fisik harus mengutamakan daya tahan bangunan.
“Jangan hanya sekadar selesai. Kualitas harus menjadi perhatian utama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sejumlah proyek peningkatan infrastruktur telah berjalan, termasuk perbaikan jalan di kawasan SMA Negeri 13 Bone dan Kampung Tator, serta pembenahan drainase di Kelurahan Ta guna mengurangi genangan. Pengaspalan jalan juga mulai menjangkau wilayah pedesaan.
Selain itu, sektor pertanian menjadi prioritas penting melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kecamatan Barebbo. Program ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air sekaligus mendukung upaya swasembada pangan.
Rencana pembangunan pelabuhan umum di Kecamatan Tonra, tepatnya di Desa Bonepute, juga menjadi perhatian utama.
Pelabuhan ini diproyeksikan sebagai pusat bongkar muat kontainer di Bone Selatan, yang dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi ketergantungan distribusi melalui Makassar.
Baca juga:
- https://floresku.com/read/kasus-sd-ceppaga-naik-level-latenritatta-libatkan-advokat
Jika terealisasi, proyek ini diyakini akan membuka peluang investasi baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di sisi lain, pendekatan kepemimpinan juga dilakukan melalui kunjungan langsung ke wilayah terpencil, seperti Desa Gaya Baru di Kecamatan Tellu Limpoe, untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintahan “BerAmal” (Bersama Andi Asman–Akmal) menargetkan Bone menjadi daerah yang lebih terhubung, produktif, dan berdaya saing. Infrastruktur dipandang bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi sebagai fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Yosef N). ***

