Bupati Sikka: Relisasi Dana Bantuan Presiden Rp20 M Tuntas Akhir 2026

Redaksi - Rabu, 21 Oktober 2026 19:18
Bupati Sikka: Relisasi Dana Bantuan Presiden Rp20 M Tuntas Akhir 2026Bupati Sikka jelaskan periahal target realisasi dana bantuan Presiden untuk penangangan gempa, Rabu (21//10) (sumber: Humas Pemda Sikka)

MAUMERE (Floresku.com)  — Penjabat Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago, menegaskan bahwa Dana Bantuan Presiden senilai Rp20 miliar untuk percepatan pemulihan pascadampak gempa tektonik yang melanda Kabupaten Sikka pada 15 Agustus 2026 lalu, ditargetkan terealisasi sepenuhnya hingga akhir Desember 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) dalam konferensi pers yang digelar di Lantai II Kantor Bupati Sikka, Jalan Ahmad Yani, Maumere, pada Selasa (20/10).

“Sampai dengan Oktober 2026, realisasi bantuan ini baru mencapai Rp2.391.729.320,76 atau sekitar 11,96 persen. Masih ada sisa anggaran sebesar Rp17.608.270.679,24 atau 88,04 persen yang harus direalisasikan secara tepat sasaran sebelum akhir tahun anggaran 2026 ini,” tegas JPYK.

Baca juga:

Rincian Alokasi Anggaran ke OPD

Dari total pagu anggaran sebesar Rp20 miliar tersebut, Pemkab Sikka membaginya ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta unit kerja pendukung dengan rincian sebagai berikut:

  • Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD): Rp13.714.479.751,00
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD): Rp3.365.522.100,00
  • Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga: Rp1.626.812.060,00
  • Dinas Kesehatan: Rp499.558.589,00
  • Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana: Rp292.020.000,00
  • Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka: Rp201.607.500,00
  • RSUD TC Hillers Maumere: Rp150.000.000,00
  • Inspektorat Kabupaten Sikka: Rp100.000.000,00
  • Sekretariat DPRD Sikka: Rp50.000.000,00

Menurut JPYK, dana tersebut difokuskan langsung untuk membantu penanganan korban bencana, mulai dari perbaikan rumah warga yang mengalami rusak berat, sedang, maupun ringan, hingga perbaikan dan pemulihan berbagai fasilitas umum yang terdampak.

Kawal Ketat dan Libatkan APH

Mengingat persentase realisasi anggaran yang saat ini masih tergolong rendah di angka 11,96 persen, Bupati menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program di setiap OPD.

Guna memastikan pengelolaan anggaran transparan dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari, Pemkab Sikka menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk melakukan pengawasan ketat.

"Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan seluruh dana bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya hingga akhir Desember 2026. Percepatan dan pengawasan dari APH serta Inspektorat sangat penting agar tidak memicu dampak hukum ke depan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga terdampak," tegasnya.

Apresiasi Peran Pers

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sikka yang didampingi Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriyadi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka M. Movaldes Da Maga Bapa, juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers atas pengawalan informasi selama masa tanggap darurat.

"Melalui pemberitaan media, perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak mengalir deras untuk Kabupaten Sikka dalam bentuk bantuan nyata bagi warga kami," ujar Juventus.

Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka Evensius Ferdinand Edo Meko, Plh. Kalak BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing, serta sejumlah pejabat daerah lainnya (Silvia: Sumber Humas Pemda Sikka). ***

Editor: Redaksi
‌‌
‌‌

RELATED NEWS