Caritas Dunia Rayakan 75 Tahun Pelayanan Kemanusiaan di Labuan Bajo
Redaksi - Kamis, 21 Mei 2026 13:20
Perayaan suasana Misa Syukur (sumber: Vinsen Patno)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Jaringan kemanusiaan Gereja Katolik sedunia, Caritas Internationalis, merayakan 75 tahun karya pelayanan kemanusiaannya melalui Misa Syukur di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Senin (18/5).
Momentum ini sekaligus menjadi perayaan 20 tahun Caritas Indonesia atau Yayasan Karina KWI.
Perayaan Misa Syukur dipimpin Presiden Caritas International, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, SVD, didampingi Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin serta sejumlah uskup dari Indonesia dan berbagai negara anggota Caritas Internationalis.
Ribuan umat memenuhi Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Hadir pula para anggota Representative Council (RepCo) Caritas Internationalis dari berbagai negara.
RepCo merupakan lembaga eksekutif tertinggi yang mengambil keputusan strategis dalam konfederasi Caritas dunia.
Baca juga:
- Misi Kemanusiaan di Tengah Pariwisata Super Premium Labuan Bajo
- OCBC Hadirkan Strategi Wealth Management Jangka Panjang
- Bacaan Liturgis, Kamis, Pekan VII Paskah
Dalam homilinya, Kardinal Kikuchi mengutip ensiklik Deus Caritas Est yang menegaskan bahwa “Allah adalah kasih.”
Menurutnya, karya Caritas lahir dari perjumpaan dengan Yesus Kristus dan diwujudkan melalui pelayanan kepada mereka yang miskin, rentan, dan terlupakan.
“Kita ingin melihat dunia di mana setiap orang dihargai, diperlakukan dengan martabat, hidup damai, dan saling peduli,” ujarnya.
Ia menegaskan, Caritas bukan sekadar lembaga sosial, tetapi wajah nyata kasih Gereja yang hadir mendampingi pengungsi, petani, anak-anak, korban bencana, dan kelompok rentan lainnya.
Perayaan ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Caritas Indonesia yang selama dua dekade hadir dalam berbagai karya kemanusiaan, mulai dari penanganan tsunami Aceh hingga berbagai bencana di Indonesia.
Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, berharap perayaan syukur ini semakin mengobarkan semangat solidaritas dan pelayanan bagi kaum miskin dan tersisih.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyebut kehadiran para delegasi internasional sebagai berkat besar bagi Keuskupan Labuan Bajo.
Ia juga menyoroti tantangan pembangunan pariwisata super premium di Labuan Bajo yang di satu sisi membuka peluang ekonomi, namun di sisi lain menghadirkan persoalan ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, hingga penyempitan ruang publik masyarakat pesisir.
“Kami ingin Gereja hadir sebagai fasilitator yang menjaga pembangunan tetap manusiawi dan berpihak pada masyarakat kecil,” ujarnya.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Labuan Bajo sebagai tuan rumah pertemuan Caritas dunia.
Menurutnya, kehadiran Caritas membawa pesan persaudaraan universal, solidaritas, dan harapan bagi masyarakat kecil di Flores dan Manggarai Barat. (Vinsen Patno). ***

