DIPANGGIL UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH

Redaksi - Sabtu, 13 Juni 2026 16:13
DIPANGGIL UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAHPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri diedit AI)

HOMILI, (Minggu Biasa XI A: Kel 19:2-6a; Rom 5:6-11; Mat 9:36-10:8)

Oleh Pater Gregor Nule, SVD

Ilustrasi:

Editha, seorang gadis, berusia 15 tahunan, pernah diminta untuk bercerita tentang seorang misionaris yang pernah dia kenal. 

Beberapa nama misionaris terlintas dalam benaknya. Tetapi kemudian ia memutuskan untuk bercerita tentang ibunya, karena ia tidak cukup mengenal misionaris yang lain. 

Ia berkata, “Ibuku adalah seorang misionaris. Dia adalah seorang yang baik, setia dan tekun dalam melaksanakan tugas hariannya. Mungkin hal ini kedengaran lucu dan aneh. Tetapi, menurut saya, untuk menjadi misionaris, seseorang tidak perlu harus menjadi imam, bruder dan suster.

Misi ibuku adalah menjadi ibu rumah tangga yang baik. Ibuku tidak pernah memikirkan dan mengutamakan dirinya sendiri. Sejak bangun pagi hingga malam ia bekerja sungguh-sungguh untuk menyiapkan segala sesuatu bagi kami sekeluarga. Saya tidak pernah lapar serta hidup tanpa perhatian dan cintanya yang tulus.

Dan seperti para misionaris besar, ibuku sungguh berani, punya komitmen tinggi dan setia dalam tugas setiap hari. Sebenarnya ia bisa pergi bermain bingo atau bercerita dengan ibu-ibu tetangga  sekedar untuk menyenangkan diri. Tetapi ia tidak pernah tinggalkan kami. Aku sangat beruntung memiliki ibu yang punya hati yang baik dan penuh kasih. Ia adalah seorang misionaris sejati.

Refleksi:

Yesus memanggil sekelompok orang dan menetapkan mereka sebagai utusanNya untuk mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. 

Peristiwa ini berawal dari keprihatinan Yesus ketika melihat begitu banyak orang yang datang kepada-Nya dan mengikuti-Nya.Mereka lelah dan terlantar laksana domba tak bergembala. Maka Yesus sungguh tergerak hatiNya oleh cinta dan belaskasihan terhadap mereka.

Lalu Yesus memanggil murid-muridNya dan mengumpulkan mereka menjadi sebuah persekutuan keduabelas rasul. Yesus mengajar mereka, dan memberi mereka kuasa untuk mengajar dan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, serta menunjukkan banyak hal tentang rahasia Kerajaan Allah. 

Akhirnya, Yesus mengutus mereka untuk membagikan dan mewartakan apa yang telah mereka  dengar, lihat dan alami bersama Yesus. 

Para murid pertama-tama diutus untuk mencari mereka yang hilang dan tersesat dari bangsa Israel guna membagikan kepada mereka pengalaman kasih Allah yang selalu setia. Para murid mewartakan iman dan keyakinan mereka kepada orang-orang yang dijumpai. 

Yesus juga mengutus para muridNya untuk membebaskan manusia dari kuasa setan dan belenggu-belenggu kejahatan. Maka mereka menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang kusta dan mengusir setan-setan. 

Semua pekerjaan baik ini hendaknya dilaksanakan tanpa menuntut upah dan imbalan apa pun. Sebab  mereka telah menerima semuanya cuma-cuma, maka mereka pun hendaknya membagikannya secara cuma-cuma pula. 

Tugas perutusan keduabelas rasul telah diselesaikan dengan baik dan sukses. Dan, banyak orang telah bertobat dan menjadi percaya. Kini tugas perutusan Yesus dan para rasul mesti diteruskan oleh setiap orang yang telah dibaptis. Kita semua dipanggil dan diutus menjadi misionaris.

Syarat utama yakni sadar diri sebagai misionaris dan utusan Tuhan. Kita diutus untuk melanjutkan misi para rasul dalam hidup sehari-hari. Kita diutus terutama bukan untuk mengajar atau menasehati orang, melainkan menghayati atau mempraktekkan iman kita dalam hidup sehari-hari. 

Kita diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menegakkan dan menghidupi nilai-nilai Kerajaan Allah  seperti kerukunan, damai sejahtera, persatuan, persaudaraan,  kerja sama, kejujuran, solidaritas, serta saling memperhatikan dan melayani. 

Tetapi, seperti para murid yang menerima kuasa  untuk mengalahkan setan dan kuasa kegelapan, kita pun mesti yakin bahwa iman akan Yesus memampukan kita untuk mengalahkan dan mengusir roh-roh jahat yang merajalela di mana-mana. Sebab roh jahat dan kuasa kegelapan telah mengancam dan bahkan merasuki orang-orang beriman dan hidup bersama kita. 

Kita lihat dan alami bahwa di mana-mana terjadi ketidakberesan, kejahatan, penyalahgunaan kuasa yang menindas, khususnya mereka yang kecil dan miskin. Ada hoax, kebohongan, kepalsuan dan penipuan. 

Ada pula pertengkaran, perselisihan dalam keluarga, masyarakat dan komunitas. Ada juga pengkhianatan dan  ketidaksetiaan dalam hidup perkawinan dan panggilan sebagai imam, bruder, suster dan biarawan/wati. 

Karena itu, sebagaimana keyakinan sang gadis dalam cerita di atas bahwa ibunya adalah sungguh-sungguh misionaris di dalam rumah tangga dan keluargannya, kita pun mesti sadar dan yakin sebagai  misionaris dan utusan Tuhan di tengah dunia dan lingkungan di mana kita hidup, berkarya dan berbagi kasih. 

Kita berusaha menjadi misionaris yang sejati,  baik dan bertanggungjawab. Maka terlebih dahulu kita mesti sungguh percaya kepada Tuhan. 

Kita setia mengikuti Tuhan, mentaati perintah-perintahNya dan berkomitmen untuk berjuang melawan pengaruh roh jahat dan kejahatan yang terjadi di mana-mana. 

Hanya dengan demikian misi Yesus pasti berhasil. Allah hadir dan meraja di dalam keluarga, masyarakat dan komunitas kita. Kita semua hidup dalam kasih dan damai sejahtera.

Semoga Tuhan Yesus memberkati seluruh misi perutusan kita di mana saja. amen.

Kewapante, Minggu 14 Juni 2026.***

 

 

 

RELATED NEWS