DISARPUS Sikka Genjot Gerakan 30 Menit Membaca di Kalangan Pelajar

Redaksi - Kamis, 23 April 2026 18:47
DISARPUS Sikka Genjot Gerakan 30 Menit Membaca di Kalangan PelajarKepala DISARPUS Sikka Veri Awales memantau para siswa i SDIT Rabbani Maumere, membaca. (sumber: Humas DISARPUS Sikka)

MAUMERE (Floresku.com) — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka terus mendorong penguatan budaya literasi dan sains di kalangan pelajar melalui sosialisasi Surat Edaran Bupati Sikka Nomor: ArsipPustaka.000.14.4/75/2026 tentang Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta penguatan ekosistem literasi daerah.

Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Sekretaris Dinas, Yuvensius Rafael, serta jajaran kepala bidang dan tim wisata literasi. 

Kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian program Wisata Literasi dan Sains yang melibatkan siswa-siswi SDIT Rabbani Maumere bersama kepala sekolah dan para guru. Acara berlangsung di Aula Lantai II Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Kamis (23/4).

Dalam pemaparannya, Very Awales menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menanamkan kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kapasitas literasi dan sains sejak usia dini. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh pemangku kepentingan, terutama sekolah sebagai ujung tombak pendidikan.

“Gerakan ini mendorong anak-anak untuk membaca minimal 30 menit setiap hari, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk belajar melalui wisata literasi dan sains. Ini bukan kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Baca juga:

Sebagai bentuk keseriusan, DISARPUS Sikka juga akan melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah guna memastikan implementasi program berjalan optimal. 

Langkah ini diharapkan mampu mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus memperkuat ekosistem literasi di lingkungan pendidikan.

Dalam rangkaian kegiatan, para siswa mengikuti tur edukatif mengenal Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Mereka diperkenalkan pada layanan perpustakaan, ragam koleksi buku, hingga sistem pengelolaan arsip sebagai bagian penting dalam tata kelola informasi publik.

Selain itu, para peserta juga mendapat penjelasan langsung mengenai struktur dan fungsi DISARPUS, termasuk peran masing-masing bidang dalam pelayanan masyarakat. Edukasi ini bertujuan menumbuhkan pemahaman awal tentang pentingnya institusi kearsipan dan perpustakaan dalam kehidupan publik.

Suasana kegiatan berlangsung semarak. Para siswa tidak hanya mengikuti sesi edukasi, tetapi juga terlibat dalam lomba mewarnai serta berbagai aktivitas kreatif yang mendukung pengembangan imajinasi dan minat belajar.

Kepala Sekolah SDIT Rabbani Maumere, Yanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program wisata literasi dan sains memberi pengalaman belajar yang berbeda dan bermakna bagi siswa.

“Kegiatan ini sangat edukatif. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mengenal langsung dunia perpustakaan dan kearsipan. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas, hingga pelaku UMKM, guna membangun ekosistem literasi yang inklusif di Kabupaten Sikka.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sikka optimistis gerakan literasi dan sains akan tumbuh menjadi budaya yang kuat di tengah masyarakat, sebagai fondasi penting menuju sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (SP/Silvia). ***

 

 

 

 

 

RELATED NEWS