Diskusi Publik di Labuan Bajo Tegaskan 'Zero Accident'

redaksi - Sabtu, 14 Februari 2026 10:40
Diskusi Publik di Labuan Bajo Tegaskan 'Zero Accident'Diskusi Publik, Pemerintah, Polri, TNI dan Pelaku Usaha pada Kamis (12/2) di Zasgo Hotel, Labuan Bajo. (sumber: polri.go.id)

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Penguatan budaya keselamatan pelayaran di wilayah destinasi super prioritas Labuan Bajo kembali ditegaskan melalui kegiatan Public Audience Monitoring dan Evaluasi Keselamatan Berlayar yang digelar Kamis (12/2) di Zasgo Hotel, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, TNI/Polri, Basarnas, KSOP, instansi teknis terkait, pelaku usaha pelayaran, nelayan, hingga insan pers.

Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama seluruh pihak, seiring meningkatnya aktivitas kapal wisata dan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo.

Baca juga:

“Peningkatan jumlah kapal harus diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap kelaiklautan armada serta kedisiplinan operator. Keselamatan tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa sesuai arahan Kapolda NTT, Ditpolairud diminta memperkuat patroli rutin, meningkatkan pemeriksaan kapal, serta memastikan seluruh kapal wisata maupun nelayan memenuhi standar keselamatan sebelum berlayar.

“Keselamatan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral dan profesional. Kelalaian kecil bisa berujung pada korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pariwisata Labuan Bajo,” ujarnya.

Dalam forum diskusi publik tersebut, Irwan juga memaparkan sejumlah langkah konkret yang perlu diperkuat, antara lain kewajiban tour guide memiliki lisensi dan pemahaman dasar keselamatan, pemeriksaan berkala kapal wisata oleh KSOP, serta pembatasan aktivitas pelayaran pada malam hari di wilayah rawan kecelakaan.

Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo juga akan mengintensifkan ramp check bersama instansi terkait, membuka kanal pengaduan masyarakat, serta melakukan edukasi keselamatan kepada pelaku usaha dan nelayan.

“Kami ingin membangun budaya pencegahan. Jangan menunggu kejadian baru bertindak. Semua alat keselamatan seperti life jacket, life buoy, dan APAR wajib tersedia dan berfungsi,” tambahnya.

Ia menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama mewujudkan zero accident di perairan Manggarai Barat.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan pelaku usaha, kita optimistis Labuan Bajo dapat menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia yang aman, tertib, dan profesional,” pungkasnya. (Tari). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS