Duka di Minneapolis: Dua Anak Tewas dalam Penembakan Brutal di Gereja di Lingkungan SD Katolik

redaksi - Jumat, 29 Agustus 2025 13:59
Duka di Minneapolis: Dua Anak Tewas dalam Penembakan Brutal di Gereja di Lingkungan SD KatolikSituasi di sekitar SD Katolik Paroki Annuciatiion, Mineapolis, AS (sumber: Reuters)

MINNEAPOLIS (Floresku.com)– Suasana haru bercampur panik menyelimuti Gereja di Kompleks Sekolah Dasar Katolik Paroki Annunciation, Minneapolis, pada Rabu (27/8) pagi.

Misa pembukaan tahun ajaran baru yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita berubah menjadi tragedi berdarah, ketika seorang pelaku melepaskan tembakan membabi buta ke arah jendela kaca patri gereja.

Dua anak berusia delapan dan sepuluh tahun tewas seketika. Sedikitnya 20 orang lainnya mengalami luka tembak. Pelaku juga ditemukan tewas, menambah total korban jiwa menjadi tiga orang dalam peristiwa nahas tersebut.

Pelaku penembakan brutal di SD Katolik, Minneapolis: Robin Westman (23), seorang perempuan transgender yang sebelumnya bernama Robert Westman. (Suner: Fox News).

Belakangan, identitas pelaku terungkap. Ia adalah Robin Westman (23), seorang perempuan transgender yang sebelumnya bernama Robert Westman. Robin merupakan alumni sekolah tersebut, tercatat lulus pada tahun 2017. 

Dokumen pengadilan menunjukkan, pada usia 17 tahun ia mengajukan perubahan nama resmi di Dakota County agar sesuai dengan identitas gender yang diakuinya.

Namun, kisah tragis itu tak berhenti di situ. Beberapa jam sebelum melakukan aksinya, Westman mengunggah serangkaian video di YouTube. 

Video yang kini telah dihapus itu berisi manifesto tulisan tangan, gambar senjata api, hingga pesan provokatif seperti “bunuh Donald Trump” dan “demi anak-anak”. Ia juga menyebut aksi penembakan massal di Sandy Hook (2012) sebagai inspirasinya.

Dalam catatan lain yang diungkap media, Westman menulis tentang obsesinya pada sekolah lamanya. Ia menyebut Annunciation sebagai “kombinasi yang tepat antara serangan yang mudah dan tragedi yang menghancurkan”. 

Ia bahkan dengan dingin merencanakan momen misa agar serangan mengenai kerumunan besar.

Polisi Minneapolis kini mendalami motif, latar belakang psikologis, serta bagaimana Westman mendapatkan akses senjata api. Tragedi ini kembali memicu perdebatan nasional di AS mengenai regulasi senjata dan keamanan di sekolah-sekolah Katolik maupun umum.

Yang tersisa kini adalah duka mendalam—bagi keluarga korban, komunitas Annunciation, dan seluruh Amerika yang kembali diguncang oleh mimpi buruk penembakan massal. (Sandra). ***

RELATED NEWS