Easycash Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di Surabaya

Redaksi - Kamis, 23 April 2026 23:28
Easycash Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di SurabayaMedia Gatethering Easycash di Surabaya, Kamis (23/4) (sumber: [email protected])

SURABAYA (Floresku.com) -  Upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan. 

PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (pindar) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan edukasi di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). 

Kegiatan ini digelar bersama International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia dengan tema “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital”.

Program ini menyasar mahasiswa sebagai kelompok yang aktif menggunakan layanan keuangan digital, namun masih menghadapi tantangan dalam pemahaman risiko dan pengelolaan keuangan. 

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan. 

Secara nasional, indeks inklusi mencapai 80,51 persen, sementara literasi baru 66,46 persen. Pada kelompok Gen Z, inklusi bahkan menyentuh 89,96 persen, tetapi literasi masih di angka 73,22 persen.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menegaskan bahwa Surabaya sebagai kota besar dengan populasi anak muda yang dinamis membutuhkan penguatan literasi keuangan. 

Menurutnya, tingginya akses terhadap layanan fintech belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong generasi muda agar lebih memahami cara mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Easycash memperkenalkan dua program edukasi, yakni Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar. MOJANG hadir dalam format zine yang dirancang khusus untuk generasi muda dengan bahasa ringan dan visual menarik.

Materinya mencakup pengelolaan arus kas, pengenalan platform legal dan ilegal, hingga pentingnya menjaga reputasi kredit.

Sementara itu, ChatPindar merupakan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi seputar pinjaman daring kapan saja.

Platform ini dirancang sebagai sarana edukasi interaktif yang dapat membantu pengguna memahami manfaat, risiko, serta aspek penting lain dalam industri pindar.

Wildan menekankan bahwa reputasi kredit menjadi faktor penting dalam akses layanan keuangan di masa depan. Kesalahan dalam pengelolaan pinjaman, seperti gagal bayar, dapat berdampak panjang terhadap rekam jejak finansial seseorang.

Baca juga:

Dari sisi perencanaan keuangan, Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, menyoroti fenomena gaya hidup konsumtif di kalangan mahasiswa yang dipicu oleh media sosial.

 Ia menilai persoalan keuangan bukan semata soal besar kecilnya penghasilan, melainkan kemampuan menentukan prioritas.

“Melalui MOJANG, mahasiswa diajak untuk lebih disiplin mencatat arus kas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan pinjaman secara produktif,” jelasnya.

Kolaborasi ini menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi kesejahteraan di masa depan. Mahasiswa yang memiliki kecerdasan finansial diharapkan tidak hanya mampu menghindari risiko ekonomi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ke depan, program literasi keuangan akan terus diperluas melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pihak terkait. Easycash berharap teknologi finansial dapat dimanfaatkan sebagai alat pemberdayaan masyarakat.

“Masa depan finansial yang sehat dimulai dari keputusan yang bijak hari ini,” tutup Wildan. (SP). ***

RELATED NEWS