Festival Golo Koe: Arca Bunda Maria Disambut Ribuan Umat

Redaksi - Jumat, 07 Agustus 2026 10:51
Festival Golo Koe: Arca Bunda Maria Disambut Ribuan UmatRibuan umat Paroki Wae Sambi sambut kedatangan Arca Bunda Maria Asumpta Nusantara (sumber: Vinsen Patno)

LABUAN BAJO (Floresku.com)  – Ribuan umat Katolik memadati kawasan Wae Sambi, Labuan Bajo, Selasa (4/8), untuk menyambut kedatangan Patung Maria Assumpta Nusantara yang diarak dari Paroki St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok menuju Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi.

Penyambutan ini menjadi bagian dari rangkaian ziarah Patung Maria Assumpta Nusantara yang akan mengunjungi 27 paroki di Keuskupan Labuan Bajo menjelang puncak Festival Golo Koe 2026 pada 15 Agustus, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Sejak pukul 16.30 WITA, ribuan umat telah berkumpul di pertigaan Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Barat. Prosesi diawali dengan tarian adat Manggarai dan torok curu sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria.

Baca juga:

Perarakan kemudian bergerak menuju Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi. Barisan pembawa Rosario Misioner, panji-panji, para imam, tokoh adat, hingga kendaraan yang membawa Patung Maria Assumpta Nusantara berjalan beriringan, diikuti ribuan umat yang mendaraskan doa Rosario dan melantunkan lagu-lagu Maria.

Yang menarik, sebanyak 1.635 pelajar dari tujuh sekolah turut ambil bagian dalam prosesi. Mereka berasal dari SDN Batu Cermin, SDK Wae Medu, SMP Negeri 8 Komodo, SMPK St. Ignasius Loyola, SMKS Stella Maris, SMA Negeri 1 Komodo, dan SMKN 1 Labuan Bajo. Kehadiran para siswa bersama para guru menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam menghidupi devosi kepada Bunda Maria sekaligus menyemarakkan Festival Golo Koe 2026.

Sepanjang perjalanan melewati Bundaran Patung Caci hingga Kampung Wae Sambi, suasana religius berpadu harmonis dengan budaya Manggarai. Di Perempatan Kampung Wae Sambi, rombongan berhenti sejenak mengikuti renungan Semilir Sabda yang dibawakan Fr. Fredos Magung sebelum Patung Maria ditandu anggota THS-THM menuju gereja.

Setibanya di halaman gereja, Patung Maria disambut dengan torok kapu yang dipimpin Tua Adat Wae Sambi, Hendrik Hadirman, sebagai simbol penerimaan secara adat, kemudian dilanjutkan dengan tarian tradisional Manggarai.

Perayaan Ekaristi dipimpin Vikaris Episkopal Labuan Bajo, RD Yuvens Rugi, didampingi Pastor Paroki RD Risno Maden, Pastor Vikaris RD Erik Ratu, bersama para imam konselebran.

Dalam homilinya, RD Yuvens mengajak umat meneladani Bunda Maria sebagai pribadi yang setia mendengarkan Sabda Allah dan menghadirkan kasih melalui tindakan nyata.

"Persoalan kita hari ini bukan karena terlalu banyak suara, tetapi karena semakin sedikit orang yang sungguh-sungguh mau mendengarkan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan mendengarkan dengan hati merupakan jalan untuk membangun keluarga, Gereja, dan masyarakat yang penuh kasih. Maria, katanya, menjadi teladan karena tidak hanya mendengarkan kehendak Allah, tetapi juga segera mewujudkannya melalui pelayanan kepada sesama, seperti saat mengunjungi Elisabet.

Usai Misa, Ketua Panitia Penyambutan Patung Maria Assumpta Nusantara Paroki MBSB Wae Sambi, Adrianus Ojo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari para imam, biarawan-biarawati, kelompok kategorial, sekolah-sekolah, hingga Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Polres Manggarai Barat, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Puskesmas Batu Cermin yang mendukung kelancaran kegiatan.

Ia juga mengajak seluruh umat menghadiri Perarakan Agung Patung Maria Assumpta Nusantara pada 14 Agustus dan Misa Puncak Festival Golo Koe 2026 di Waterfront Labuan Bajo pada 15 Agustus mendatang.

Kedatangan Patung Maria Assumpta Nusantara di Wae Sambi menjadi penanda kuat bahwa Festival Golo Koe bukan sekadar perayaan religius, tetapi juga ruang perjumpaan iman, budaya, pendidikan, dan persaudaraan yang terus tumbuh di Keuskupan Labuan Bajo. (Vinsen Patno). ***

RELATED NEWS