FGD Ekonomi Desa Sikka Dorong Sinergi BUMDes dan UMKM

redaksi - Jumat, 13 Maret 2026 12:10
FGD Ekonomi Desa Sikka Dorong Sinergi BUMDes dan UMKMPeserta Focus Group Discussion (FGD) Forum Kolaborasi Ekonomi Desa Kabupaten Sikka Tahun 2026 yang digelar di Maumere, Kamis (12/3). (sumber: Panitia FGD)

MAUMERE (Floresku.com)– Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku UMKM, sektor perbankan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Kolaborasi Ekonomi Desa Kabupaten Sikka Tahun 2026 yang digelar di Maumere, Kamis (12/3).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PMD Kabupaten Sikka, Ferdinandus Florianus, SP, mengatakan pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diarahkan pada penguatan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ferdinandus dalam sambutannya.

Baca juga:

Menurut dia, BUMDes memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa karena mampu mengelola berbagai potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat desa secara terorganisir.

Di sisi lain, hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG juga membuka peluang besar bagi desa untuk terlibat dalam rantai pasok pangan lokal, mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi bahan pangan.

“Jika BUMDes, UMKM desa dan sektor perbankan dapat bersinergi dengan baik, maka akan terbentuk ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan forum kolaborasi ini menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan nyata antara BUMDes, UMKM, SPPG, dan lembaga perbankan dalam memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Sikka.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Sikka, Petrus Kanisius Belalo, S.Si, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini diikuti tenaga ahli pendamping desa, pendamping desa, pimpinan Bank Himbara dan Bank NTT, para direktur BUMDes, kepala SPPG, Asosiasi Pelaku UMKM Sikka, Katimker Penyuluh Pertanian, serta jajaran Dinas PMD Kabupaten Sikka.

Menurut Petrus, forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, antara lain arah kebijakan ketahanan pangan dan ekonomi desa, potret pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sikka, serta sesi berbagi pengalaman dari sektor perbankan, pelaku UMKM, penyuluh pertanian, hingga pengelola BUMDes.

Melalui FGD ini diharapkan lahir model kemitraan ekonomi desa yang konkret antara BUMDes, UMKM, SPPG MBG dan perbankan, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal untuk mendukung program MBG.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Forum Kolaborasi Ekonomi Desa ini menjadi bagian dari upaya bersama mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya dalam mewujudkan desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, pertumbuhan ekonomi desa yang merata, serta kemitraan pembangunan desa yang kuat.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka optimistis desa-desa di wilayah itu dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal dan memiliki daya saing yang lebih kuat. (PS-Silvia). ***

RELATED NEWS