Hardiknas 2026, Bupati Sikka Luncurkan Empat Inovasi Literasi untuk Masyarakat
Redaksi - Sabtu, 02 Mei 2026 10:15
Bupati Sikka pada peringatan Hardiknas 2026 di Maumere, Sbatu (2/5). (sumber: SP.)MAUMERE (Floresku.com) – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Sikka meluncurkan empat inovasi strategis di bidang literasi dan pendidikan.
Peluncuran ini menjadi wujud komitmen daerah dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam upacara Hardiknas di halaman SMPN 1 Alok, Sabtu (02/05), dan dipimpin langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Empat inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka meliputi Gong Literasi, Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar Jemput Buku (GRAB), serta Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
Baca juga:
- Pesan Inspiratif : Yesus dan Bapa adalah Satu
- Bacaan Liturgis, Sabtu, 2 April 2026
- Buka Hari Fraksi PKB, DPC PKB Kota Malang Ingin Tampung Aspirasi Masyarakat
Program Gong Literasi menjadi gerakan bersama yang mendorong budaya membaca di kalangan pelajar. Siswa SD dan SMP dibiasakan membaca selama 30 menit sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar.
Kebiasaan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca serta memperkuat literasi dan pemahaman sains sejak dini.
Sementara itu, inovasi Wisata Literasi dan Sains menawarkan pengalaman belajar langsung melalui kunjungan ke berbagai pusat pengetahuan, mulai dari toko buku, kantor pemerintahan, hingga lembaga keuangan dan UMKM.
Program ini juga menghadirkan kegiatan inspiratif seperti “Aku Menjadi Bupati 1 Jam” dan “Aku Menjadi Pimpinan DPRD 1 Jam” untuk mengenalkan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan kepada siswa.
Inovasi berikutnya adalah Gerakan Antar Jemput Buku (GRAB) dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah.”
Program ini menyasar kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, pasien, warga rumah tahanan, serta masyarakat yang kesulitan mengakses perpustakaan. Layanan perpustakaan keliling juga diperkuat untuk menjangkau wilayah terpencil.
Di era digital, pemerintah juga meluncurkan Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sebagai pusat informasi dan literasi berbasis teknologi.
Platform ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero dan mahasiswa Teknik Informatika UNIPA Maumere.
Dalam sambutannya, Bupati Sikka menegaskan bahwa literasi adalah kunci kemajuan daerah.
Melalui inovasi ini, kita ingin membangun ekosistem literasi yang kuat dan merata. Perpustakaan harus menjadi rumah bersama bagi masyarakat untuk bertumbuh dan berinovasi,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, Bunda Literasi Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago, serta para kepala sekolah dan undangan lainnya.
Dengan peluncuran ini, Kabupaten Sikka diharapkan semakin maju sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya literasi dan mampu melahirkan generasi unggul di masa depan. (SP-Silvia). ***

