HOMILI, Minggu IA: Adventus Berarti Masa Bejaga-jaga

redaksi - Sabtu, 29 November 2025 21:46
 HOMILI, Minggu IA: Adventus Berarti Masa Bejaga-jagaPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

ADVENTUS BERARTI MASA BERJAGA-JAGA
 (Minggu IA: Yes 2: 1-5; Rom 13: 11-14a; Luk 24: 37-44)

HARI INI kita memulai masa ‘adventus”, yakni suatu masa liturgi yang berlangsung selama empat pekan. Masa adventus adalah momen istimewa  bagi kita untuk melaksanakan segala persiapan yang perlu, khususnya secara spiritual, untuk  pertama, merayakan kenangan dan  peringatan  pesta kelahiran Yesus di Betlehem 2000 tahun lalu.

Kedua, membangun harapan untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua pada akhir zaman, parousia, sebagai Hakim agung bagi segala makluk,  dan ketiga, menyambut kedatangan Yesus yang lahir setiap saat di dalam hati dan hidup kita masing-masing.  

Karena itu,  adventus adalah  saat berahmat di mana Allah mau menyatakan DiriNya dan melawati umatNya.

Maka kita hendaknya membuka diri dan mengangkat hati di hadapan Allah untuk memohonkan rahmat-Nya agar masa liturgi ini menjadi kesempatan di mana kita dapat mengalami kehadiran Tuhan yang menyelamatkan.

Kita juga coba tenangkan hati dan pikiran, membiarkan Firman Allah memasuki dan meresapi seluruh hidup kita. Dan pada saat yang sama, kita coba menghindarkan dan membuang jauh-jauh  segala sesuatu yang dapat menutup hati, budi dan seluruh diri kita terhadap kehadiran dan karya keselamatan Allah yang ditawarkan kepada kita. 

Kita jauhkan segala kebisingan, kemalasan, tidak adanya semangat, sikap masa bodoh, kesedihan hati, masalah-masalah dan konflik-konflik, yang mengganggu kita.

Bacaan Injil hari ini mengartikan  adventus sebagai masa berjaga-jaga.”Hati-hatilah dan berjaga-jagalah”.  Sebab kita adalah umat Allah yang berjalan sambil siapkan diri untuk menyambut Tuhan yang datang.

Sto. Basilius melukiskan orang kristen sebagai dia yang tetap berjaga setiap saat dengan kesadaran bahwa Tuhan akan segera datang.

Tetapi kita bertanya: apa yang harus kita buat selama masa ini?  Mungkin ada yang sudah punya rencana tertentu untuk dilaksanakan selama masa adventus. Mungkin ada yang tidak buat rencana apa-apa masa ini dirasakan dan dijalani secara rutin seperti masa liturgi lainnya.

Tetapi pada prinsipnya  kita hendaknya bersikap seperti tuan rumah yang arif yang selalu siap melindungi dan menjaga rumahnya agar tidak dibongkar gerombolan pencuri atau perampok. Alasan utama kita mesti berjaga-ga dan siap sedia karena Putera Manusia datang pada saat yang tidak diduga-duga, (bdk Mat 24:44)

Dan, bagaimana tindakan menanti dan berjaga-jaga itu diwujudkan?  Persiapan diri dan berjaga-jaga selama masa adventus tidak hanya menuntut disposisi bathin atau sikap hati tertentu, melainkan tindakan nyata seperti: bertobat, berdoa dan berbuat kasih.

Tiga kata kerja ini menunjukkan bahwa adventus menekankan sikap aktif, partisipatif dan dinamis.  Menanti bukan dalam arti berdiam diri dan tunggu saja kapan saat datangNya Tuhan.

Selama masa adventus kita mau merenung dan membangun kerinduan untuk merayakan kedatangan Yesus. Kita merenungkan misteri inkarnasi yang agung di mana Allah merendahkan diriNya dan menjadi manusia untuk membebaskan kita dari dosa. Maka kita mesti bertobat dan menata hati dan hidup yang baru.

Masa adven juga adalah masa kita membangun kesadaran dan komitmen untuk mencari waktu khusus, waktu untuk berdoa dan beribadah. Kita mendekatkan diri dengan Allah sehingga kita semakin memahami kehendakNya dan hidup seturut kehendak Allah.

Kita juga mesti memanfaatkan masa adven untuk melakukan perbuatan kasih untuk menolong orang miskin dan menderita. Tidak cukup kita hanya berdoa dan bertobat. Iman mesti memitivasi kita untuk melakukan perbuatan kasih demi menolong mereka yang miskin, terlantar, kaum difabel dan semua orang yang sungguh menderita.

Adven yang sejati membantu kita untuk membenahi diri, mendekatkan kita dengan Allah dan kehendakNya, serta memotivasi kita untuk hidup bagi orang lain. Kita rela membantu sesama yang miskin, menderita,terlantar dan kaum difabel.

Sebab sebagaimana Kristus datang untuk menyalamatkan semua manusia maka kita pun hendaknya berusaha untuk menolong sesama yang menderita.

Semoga  Tuhan Yesus yang kita nantikan kedatanganNya berkenan mendatangi  dan memberkati kita selalu.

Kewapante, Minggu, 30 November 2025. ***

 

Editor: redaksi

RELATED NEWS