Iman Membuahkan Mukjizat, dan Bukan Sebaliknya
redaksi - Rabu, 04 Februari 2026 06:10
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Pesan Inspiratif
Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Sering kita dengar ada orang yang tuntut bukti atau mukjizat sebagai syarat supaya percaya. Tetapi, yang seharusnya terjadi adalah iman memungkinkan mukjizat dan perbuatan luar biasa.
Perikop Injil Mark 6: 1-6 melukiskan tentang kunjungan Yesus ke kampung halamanNya. Ia mengajar dengan penuh kuasa. Dan banyak orang mengagumiNya.
Tetapi, mereka tidak menerima Yesus, pewartaan dan mukjizat yang dilakukanNya karena mereka mengenal Dia dan saudara-saudaranya.
Sebab hati yang tertutup dan tidak percaya kepada Yesus berakibat fatal. Yesus tidak melakukan mukjizat dan perbuatan luar biasa apa pun di kampung halamanNya.
Sebagai pengikut Yesus kita mesti sadar bahwa hanya iman dan kepasrahan kepada Allah menjadi syarat terjadinya mukjizat. Allah mengabulkan doa dan memenuhi harapan kita karena iman.
Kita berdoa mohonkan penyertaan dan penyelenggaraan Tuhan, atau mohonkan kesembuhan dari penyakit atau bebas dari bahaya dan bencana alam.
Baaca juga:
Atau, kita berdoa mohonkan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia. Kita yakin bahwa doa kita didengarkan Tuhan. Doa kita dikabulkan.
Semua itu mungkin terjadi karena iman dan kepasrahan kita kepada kuasa dan kehendak Allah.
Orang beriman sejati tidak pernah boleh mencobai atau menguji kuasa Allah. Orang beriman sejati tidak menuntut tanda heran. Sebaliknya, ia mesti berserah penuh kepada kehendak Allah.
Kita belajar untuk terus dan tetap percaya kepada Tuhan dalam situasi apa pun. Sebab Tuhan tidak pernah menelantarkan umatNya.
Semoga Tuhan selalu meneguhkan iman kita.
Kewapante, 04 Februari 2026. ***

