Inflasi Februari 2026 0,68 Persen, Tertinggi Sejak 2023
redaksi - Selasa, 03 Maret 2026 17:21
Inflasi meningkat: harga sembako naik, termasuk di antaranya telur. (sumber: Istimewa)JAKARTA (Floresku.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026 sebesar 0,68 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini berbalik arah dibanding Januari 2026 yang mengalami deflasi 0,15 persen.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi tercatat sebesar 4,76 persen, menjadi yang tertinggi sejak Maret 2023. Kenaikan ini disebut tidak lepas dari faktor musiman menjelang Ramadan yang mulai memengaruhi harga sejumlah komoditas pangan.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Februari dengan kenaikan 1,54 persen dan memberikan andil sebesar 0,45 persen terhadap inflasi bulanan.
Sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, beras, tomat, serta telur ayam ras.
Baca juga:
- DISARPUS Sikka Dampingi Penataan Arsip Kesbangpol Sikka
- CERPEN Boy Waro: OM PIUS
- St Regis Batal di Labuan Bajo, Santosa Dibidik Bareskrim
BPS menjelaskan bahwa peningkatan permintaan masyarakat menjelang bulan puasa, ditambah faktor distribusi dan pasokan di beberapa daerah, turut memicu kenaikan harga bahan pangan.
Kondisi ini mencerminkan pola tahunan di mana harga pangan cenderung naik menjelang hari besar keagamaan nasional.
Meski demikian, pemerintah dan otoritas terkait diharapkan terus memperkuat stabilisasi pasokan dan kelancaran distribusi guna menjaga daya beli masyarakat.
Dengan inflasi tahunan yang mendekati 5 persen, pengendalian harga pangan dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga dalam beberapa bulan ke depan. (SP/Sandra). ***

