Jalan Rusak, Warga Kekadeki Pikul Dagangan 3 Km

redaksi - Kamis, 05 Maret 2026 18:53
Jalan Rusak, Warga Kekadeki Pikul Dagangan 3 KmDeker yang nyaris patah di Dande, di lintas jalan desa yang menghubungkan Kampung Kekadeki dan pusat Kecamatan, Nangaroro. (sumber: Kons Kisa)

KEKADEKI, NANGARORO (Floresku.com) -  Warga Kampung Kekadeki, Dusun D, Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, menghadapi kesulitan besar untuk melakukan aktivitas ekonomi akibat jalan raya yang rusak dan deker yang nyaris patah. 

Kondisi jalan yang demikian memaksa warga memikul barang dagangan sejauh kurang lebih tiga kilometer sebelum bisa mendapatkan kendaraan menuju pasar Nangaroro.

Konstantinus Kisa, warga Kampung Kekadeki yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Odaute, menjelaskan bahwa  selama dua pekan terakhir, kendaraan umum kini hanya dapat mencapai wilayah Dande karena kondisi jalan menuju kampung sudah tidak memungkinkan untuk dilalui.

“Sudah dua minggu ini warga kalau mau ke pasar harus pikul jualan sekitar tiga kilometer. Oto tunggu kami di Dande,” ujar Konstantinus kepada Floresku.com.

Baca juga:

Ia menuturkan, sebelumnya kendaraan umum masih bisa masuk langsung ke Kampung Kekadeki. Namun, kerusakan jalan di wilayah Dande membuat para sopir tidak berani melanjutkan perjalanan ke kampung tersebut.

Kondisi jalan jalur Kekadeki - Nangaroro yang rusak.

Biasanya, tarif kendaraan umum dari Nangaroro hingga Kampung Kekadeki berkisar Rp25.000 per orang. Namun, dengan kondisi saat ini, warga tetap membayar tarif yang sama meskipun kendaraan hanya sampai di Dande, hanya separuh jalan menuju Kampung.

“Walau oto dari Nangaroro hanya sampai di Dande, kami tetap bayar Rp25.000 sekali jalan. Kalau pulang pergi jadi Rp50.000. Kami kasihan sopir karena mereka tetap nekad jalan meskipun kondisi jalan rusak dan licin,” jelasnya.

Menurut Konstantinus, sebagian warga sebenarnya memiliki sepeda motor, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Selain itu, kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan roda dua pun sulit bertahan lama jika dipaksakan melintas.

“Kalau motor dipaksa jalan di jalur ini, mungkin hanya bisa bertahan beberapa bulan saja karena jalannya sangat rusak,” katanya.

Sementara itu, ada jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan melalui wilayah Fataleke. Namun, jaraknya jauh dan kondisi jalannya justru lebih buruk. 

Di wilayah Weka Atu, jalan berupa tanah liat yang sangat licin saat musim hujan. Selain itu, jalur yang melewati Kampung Ute juga memiliki medan berbahaya dengan jurang yang curam.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki ruas jalan tersebut agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Kampung Kekadeki dapat kembali normal. 

Tanpa perbaikan infrastruktur, beban hidup warga di wilayah terpencil ini diperkirakan akan semakin berat.

Kons berharap, Elias Cima  anggota dewan Fraksi Perindo  dari Dapil 2/Kecamatan Nangaroro,  Kabupaten Nagekeo, berkenan menyuarakan kepentingan warga Desa Oda Ute ini.  (Silvia). ***

RELATED NEWS