Kenneth Elliot, Dokter Lansia Asal Perth Dibebaskan Setelah Diculik dan Disekap Tujuh Tahun di Afrika Barat

redaksi - Jumat, 19 Mei 2023 09:21
Kenneth Elliot, Dokter Lansia Asal Perth Dibebaskan Setelah Diculik dan Disekap Tujuh Tahun  di Afrika BaratDDo (sumber: Global Business Solutions Institute/abc.net.au)

PERTH (Floresku.com) - Seorang dokter lansia Perth yang ditahan di Afrika Barat setelah diculik di Burkina Faso telah dibebaskan lebih dari tujuh tahun kemudian. 

Kenneth Elliott, sekarang berusia 88 tahun, diculik bersama istrinya Jocelyn pada Januari 2016 di dekat perbatasan Niger oleh seorang kelompok yang diyakini memiliki hubungan dengan Al Qaeda.

Jocelyn Elliott dibebaskan setelah sekitar tiga minggu ditahan.

Dr Elliot dipahami baik-baik saja dan terbang ke Perth tadi malam (Kamis, 18/5) setelah dibebaskan awal pekan ini.

Tidak ada uang tebusan yang dibayarkan oleh pemerintah Australia atau oleh keluarga Dr Elliot.

Menteri Luar Negeri Penny Wong membenarkan Dr Elliott telah dibebaskan "dengan selamat dan sehat" dan telah "dipersatukan kembali dengan istrinya Jocelyn dan anak-anak mereka"

"Saya sangat senang memberi tahu bahwa Dr Ken Elliott yang telah disandera di Afrika barat selama tujuh tahun telah dipersatukan kembali di Australia dengan keluarganya," katanya.

"Pemerintah Australia telah bekerja tanpa lelah selama waktu itu untuk menjamin pembebasannya dan saya ingin berterima kasih secara terbuka kepada semua pejabat pemerintah yang telah bekerja untuk memastikan pembebasan Dr Elliott."

"Saya yakin warga Australia mendoakan Dr Elliott dan keluarganya dengan baik."

Dalam sebuah pernyataan, dia menambahkan: "Kami mengakui kekuatan dan ketahanan Dr Elliott dan anggota keluarganya telah menunjukkan melalui keadaan yang paling sulit."

Ken dan Jocelyn Elliott berasal dari Perth tetapi sejak tahun 1972 mereka menjalankan sebuah klinik medis, di mana Dr Elliott bekerja sebagai ahli bedah, di kota Djibo, dekat perbatasan dengan Niger dan Mali.

Keluarga telah meminta privasi, tetapi mengeluarkan pernyataan melalui kantor Menteri Luar Negeri. (Sumber:abc.ne.au). ***

RELATED NEWS