Keuskupan Agung Ende Gelar ‘Pekan Temu Sekami’ Secara Serentak di Nangapanda, Mbay dan So'a

redaksi - Minggu, 25 Juni 2023 10:49
Keuskupan Agung Ende Gelar ‘Pekan Temu Sekami’  Secara Serentak di Nangapanda, Mbay dan So'aSuasana Misa Penutup 'Pekan Temu Sekami' Kevikepan Ende di Paroki St Eduardus, Nangapanda, Minggu (25//6). (sumber: Tangkapan Layar Youtube)

NANGAPANDA (Floresku.com) – Pekan Temu Sekami wilayah Kevikepan Ende berlangsung di Paroki St Eduardus, Nangapanda, Kevikepan Mbay di Paroki Stela Maris, Danga, Mbay dan Kevikepan Bajawa di Parokik Salib Suci So’a.

Pekan Temu Sekami Keuskupan Agung Ende (KAE) 2023  berlangsung pada Kamis (22/06) hingga Minggu (25/06).

Menurut data statistik 2016, populasi umat Katolik Keuskupan Agung Ende  berjumlah ,452.660 (80,33%)ari total populasi 563.496 jiwa. Mereka tersebar  di 62 paroki, dan dilayani oleh 232 imam.

 Serikat anak – anak misioner (Sekami) adalah perkumpulan yang mengantarkan anak-anak masuk dalam persahabatan sejati dengan Tuhan Yesus. Menjadi anak misioner berarti bersedia meneladani Yesus, Sang Misionaris Agung.

Ada banyak nilai-nilai yang diajarkan Tuhan Yesus yang dapat menjadi teladan untuk anak misioner misalnya, berdoa, berbuat baik, penuh kasih atau peduli pada orang lain.

Melalui perbuatan dan teladan yang diajarkan, anak anak belajar menjadi pribadi yang misioner sejak usia dini.

Melalui Pekan Temu Sekami ini, sekitar 3000 anak Sekami  se-Keuskupan Ende bisa saling berkenalan, berbagi pengalaman untuk saling meneguhkan dalam membangun kepribadian dan kehidupan beriman.

Suasana Misa Penutup ‘Pekan Temu Sekami’  se-Kevikepan Ende, di Paroki St Eduardus, Nangapanda, Minggu 25 Juni 2023.

Vikep Ende, R.D. Frederikus B. Wea Dopo dalam sambutan penutup Pekan Temu Sekami di Paroki Nangapanda mengajak semua peserta Pekan Temu Sekami untuk menjadi berkat, baik bagi diri sendiri dan bagi banyak orang.

Dalam kesempatan tersebut, RD Frederikus menyampaikan terimkasih kepada Paroki Nangapanda yang menjadi tuan rumah, kepada para orang tua dari anak-anak Sekami, para kakak pendamping, dan para pastor paroki yang terus memberi perhatian kepada anak-anak sekami.

“Perhatian kepada anak-anak itu penting supaya mereka punya hati yang terbuka untuk gereja. Sebab kalau anak-anak itu ‘liar’ dari gereja, pastor boleh omong begitu panjang, tak akan ada gunanya, karena anak-anak tak akan mendengarkan,” ujarnya.

Tetapi, dia menambahkan, dengan adanya pendampingan kepada anak-anak Sekami, dan Pekan Temu Sekami seperti ini, kita punya harapan untuk kemajuan gereja Katolik pada masa depan. (Don Jo). ***

Bagikan

RELATED NEWS