Kita Belajar Saling Mengampuni Secara Tulus

redaksi - Selasa, 10 Maret 2026 08:50
Kita Belajar Saling Mengampuni Secara TulusPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Pesan Inspiratif
 

Oleh: Pater Gregor Nule

Manusia tidak pernah lepas dari dosa dan salah. Manusia pun hanya bisa hidup aman dan damai karena Allah sungguh berbelas kasih dan selalu mengampuni kita.

Allah mengampuni kita tanpa batas. Allah tidak hitung jumlah pengampunan kepada kita: satu, atau dua atau tiga atau  tujuh kali. Tetapi Allah selalu mengampuni kita.

Allah berlaku demikian semata-mata karena cinta. Allah berlaku demikian bukan karena kita pantas, tetapi karena Allah tidak pernah bertindak bertentangan dengan hakekatNya, yakni  kasih.

Perikop Injil Mat 18: 21-35 wartakan tentang syarat pengampunan menurut kehendak Allah.

Ketika Petrus bertanya tentang berapa kali seseorang mesti mengampuni sesamanya, Yesus  menjawab  bahwa seseorang mesti terus-menerus tanpa batas.

Sebagai orang Yahudi Petrus berpikir bahwa pengampunan yang benar sebanyak tujuh kali. Inilah pengampunan dalam jumlah maksimum.

Tetapi, Yesus menegaskan bahwa pengampunan yang benar mesti tanpa batas dan terus-menerus.

Alasannya karena Allah sungguh mengasihi dan selalu mengampuni kita. Allah tidak  pernah melihat besar - kecilnya dosa kita. Atau betapa banyaknya jasa dan kebaikan kita.

Karena itu, sebagai pengikut Yesus kita mesti meneladani Yesus dan  belas kasihanNya. Kita mesti saling mengampuni.

Dasar pengampunan kita adalah kasih. Kita mengampuni sesama karena cinta kepadanya.

Sebagaimana Allah mengasihi kita maka kita pun mesti saling mengasihi. Sebagaimana Allah mengampuni kita maka kita pun mesti saling mengampuni.

Dan, kita pun akan hidup aman dan damai apabila kita saling mengampuni. Dan jika terjadi kesalahan maka kita pun mesti saling mengampuni secara tulus.

Kita beruntung karena memiliki Allah yang selalu mengasihi dan mengampuni kita. Maka kita pun alkan tetap beruntung jika kita saling mengasihi dan saling mengampuni.

Semoga Tuhan Yesus mengampuni kita selalu!

Kewapante, 10 Maret 2026. ***

RELATED NEWS