KSP Dudung Terkesan, Pesta Nizar dan Tasya Padukan Tradisi dan Kemegahan

Redaksi - Selasa, 30 Juni 2026 17:22
KSP Dudung Terkesan, Pesta Nizar dan Tasya Padukan Tradisi dan KemegahanKSP Jend Purn. Dudung Abdurachman dan Nyonya dalam acara Resepsi Pernikahan Niszar dan Tasya, Sabtu (27/6) lalu. (sumber: Yosef)

Catatan Yosef dari Hotel Claro*

MAKASSAR (Floresku.com) – Sabtu malam, 27 Juni 2026, Ballroom Hotel Claro Makassar menjelma menjadi ruang perayaan yang memadukan kemegahan, tradisi, dan kehangatan. 

Di tempat itulah Andi Nizar Alfaidzin Abbas, S.H. dan Tasya Nurul Annisa, S.S., M.Hum. mengikat janji suci dalam sebuah resepsi yang meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu.

Lampu-lampu kristal berkilau menghiasi ruangan. Songkok recca berpadu harmonis dengan gaun pengantin modern. 

Sentuhan adat Bugis-Makassar berpadu dengan tata panggung yang elegan, menghadirkan suasana yang anggun sekaligus berkelas.

Di antara ribuan undangan yang hadir, tampak Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama istri. 

Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan itu menjadi perhatian banyak tamu. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut tampak membaur tanpa sekat, menikmati jalannya acara dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Meski resepsi berlangsung sekitar dua jam, kesan yang ditinggalkannya terasa jauh lebih panjang. Kemegahan pesta tidak hanya terpancar dari dekorasi dan tata cahaya, tetapi juga dari cara keluarga kedua mempelai memuliakan para tamu.

"Pesta ini benar-benar unik dan menghadirkan suasana yang luar biasa. Megah, tetapi tetap terasa hangat," ujar Dr. Hasanuddin, S.E., M.Si., dosen Universitas Gorontalo sekaligus Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bugis (KKMB) Provinsi Gorontalo, di sela-sela acara.

Menurutnya, kehadiran sejumlah tokoh nasional, termasuk Jenderal Dudung, menjadi kehormatan tersendiri bagi keluarga besar kedua mempelai.

Kemegahan malam itu semakin lengkap dengan penampilan para penari tradisional dan hiburan dari penyanyi Anji (Erdian Aji Prihartanto) yang membawakan sejumlah lagu, menghidupkan suasana dari nuansa haru hingga riuh tepuk tangan para tamu.

Namun, sorotan utama tetap tertuju pada kedua mempelai. Keanggunan Tasya dan keteduhan Nizar menjadi pusat perhatian di tengah megahnya dekorasi yang memadukan unsur budaya dan sentuhan modern.

Bagi Dudung, daya tarik pesta itu bukan semata kemewahan panggung.

"Megah dan berwibawa. Ada tata krama dan nilai kekeluargaan yang tetap dijaga. Itu yang mulai jarang kita temukan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi cara tuan rumah memperlakukan seluruh tamu tanpa membedakan latar belakang.

"Yang saya kagumi adalah bagaimana semua tamu merasa dihargai, baik pejabat negara maupun masyarakat biasa. Itulah kemegahan yang beradab," katanya.

Di balik gemerlap lampu dan megahnya dekorasi, perhatian Dudung justru tertuju pada hal-hal sederhana: doa yang dipanjatkan, jabat tangan yang tulus, dan senyum bahagia kedua mempelai.

Kedua mempelai, Nizar dan Tasya bersama keluarga.

Malam itu pun ditutup dengan doa dan harapan agar rumah tangga Andi Nizar dan Tasya senantiasa diberkati, kokoh dalam pengabdian, serta tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan bersama.

Bagi Makassar, resepsi tersebut bukan sekadar pesta pernikahan. Ia menjadi perayaan budaya, penghormatan kepada tamu, dan pengingat bahwa kemegahan sejati selalu lahir dari ketulusan.*

*Makasar, 27 Juni 2026. ***

RELATED NEWS