Lihatlah Kristus, Anak Domba Allah, Penyelamat Dunia

redaksi - Sabtu, 17 Januari 2026 22:10
Lihatlah Kristus, Anak Domba Allah, Penyelamat DuniaPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

 HOMILI: Minggu Biasa II A: Yes 49:3.5-6; 1Kor 1 1-3; Yoh 1: 29-34)

Dalam Injil kita dengar tentang Yohanes Pembaptis yang sedang membaptis di sungai Yordan. Banyak orang datang kepadanya supaya dibaptis dan menjadi murid-muridnya.

Tetapi, ketika melihat Yesus, ia mengarahkan perhatian semua orang kepada  Yesus dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, (Yoh 1:29)”. 

Kita lihat bahwa Yohanes sungguh  setia pada panggilannya. Ia tidak mau menonjolkan diri. Dia sadar akan identitas dan peranannya. Dia hanyalah suara  bagi manusia yang berkehendak baik  untuk mengenal Yesus. Ia mau supaya semua orang  mengenal, mengikuti dan menjadi murid  Yesus.

Yohanes ingin mewartakan Yesus kepada orang-orang Israel sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Pewartaan ini mengingatkan orang-orang Israel akan anak domba tak bernoda yang dipersembahkan di kenisah sebagai silih atas dosa-dosa. 

Yohanes juga ingin menyadarkan orang-orang Israel akan anak domba yang dikorbankan oleh setiap keluarga Ibrani  pada malam sebelum mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Darah anak domba itu menjadi tanda yang membebaskan anak-anak sulung dari kematian.

Nabi Yesaya pada pihaknya minta bangsa Israel untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain. Mereka dapat menunjukkan jalan dan membawa orang kepada Allah, Yahweh. Allah telah menjadikan bangsa Israel sebagai umatNya. Allah yang sama juga ingin menyelamatkan semua bangsa dan menjadikan mereka umatNya sendiri.

Itulah sebabnya Allah mengutus Yesus sebagai Anak Domba Allah yang datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Yesus diutus Bapa untuk membebaskan manusia dari dosa, serta mendamaikan semua orang dengan Allah.

Kita hidup di dunia di mana kita dikuasai oleh pelbagai kecenderungan dan ambisi untuk tampilkan ego. Kita  ingin dikenal, dipuji dan diapreasi. 

Itulah sebabnya apa pun yang kita buat atau katakan, apa yang kita makan atau minum, di mana saja kita  berada, kita viralkan. Kita mau agar semuanya jadi terang, dilihat dan diketahui orang.

Bahkan ketika kita sedang berada di gereja, mengikuti misa atau sedang berdoa, sering kita sibuk buat foto atau video lalu viralkan ke mana-mana. Biar semua orang lihat dan tahu.

Dengan demikian, bukan Yesus, sabdaNya dan perayaan liturgi yang menjadi pusat perhatian kita, melainkan sebaliknya, ego kitalah yang mau diperkenalkan dan disebarluaskan. 

Karena itu, kita dipanggil untuk meneladani Yohanes Pembaptis dan nabi Yesaya. Kita hendaknya menjadi terang bagi banyak orang di sekitar kita, khususnya mereka yang sedang sakit, alami masalah dan kesulitan tertentu atau  mungkin yang mungkin masih tinggal dalam kegelapan dan jauh dari Allah. Kita bawa mereka kepada Yesus.

Dan, kita mesti berani mewartakan kepada semua orang, “Lihatlah Anak Domba yang menghapus dosa dunia”. Kita mengajak orang-orang di masa kita supaya melihat Kristus, Juruselamat dunia dan mendengarkan SabdaNya. 

Kita mewartakan Kristus dengan harapan agar semakin banyak orang yang mengenal, mencintai dan bersatu dengan Yesus.

Dan terakhir, setiap kali kita mengikuti perayaan ekaristi, ketika imam mengangkat Tubuh dan Darah Yesus dan berkata, “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”, kita mesti sungguh yakin bahwa yang kita akan terima dalam komuni kudus adalah Tubuh dan Darah Yesus. 

Maka dengan rendah hati kita berkata, “Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh!

Inilah pokok iman yang mesti kita hidupi dan wartakan selalu.

 

Kewapante, 18 Januari 2026

RELATED NEWS