Lima Bulan Najmi Hilang, Keluarga Soroti Peran Pihak STIS

Redaksi - Selasa, 08 September 2026 21:00
Lima Bulan Najmi Hilang, Keluarga Soroti Peran Pihak STISNajmi Jibril (sumber: HO/Enbe Indoensia.com)

JAKARTA  (Floresku.com) – Sudah sekitar lima bulan keluarga Lilik Cholida hidup dalam penantian. Cucunya, Najmi Jibril, seorang penyandang disabilitas yang sebelumnya mengikuti program pelatihan di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Bogor, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kabar tentang Najmi terputus sejak akhir April 2026. Sejak saat itu, keluarga terus mencari jawaban sekaligus mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab pihak-pihak yang sebelumnya mendampingi Najmi hingga ia ditempatkan bekerja di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Najmi diketahui mengikuti pelatihan di STIS sejak 9 September 2025 hingga 10 Maret 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan, ia kemudian mendapat penempatan kerja sebagai penjahit karung di PT Kerta Rajasa Raya, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Pada 8 April 2026, Najmi diberangkatkan menuju Nganjuk. Menurut keterangan keluarga, keberangkatan tersebut tidak disertai dokumen atau pemberitahuan resmi yang diterima keluarga.

Sehari setelah tiba di Nganjuk, persoalan lain muncul. Keluarga menyebut uang operasional yang berada di rekening ATM Najmi diminta oleh Dayat, petugas pengantar dari STIS. Setelah itu, saldo rekening Najmi disebut hanya tersisa sekitar Rp50 ribu.

Dayat kemudian kembali ke Jakarta pada 10 April 2026.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 26 April, Najmi masih sempat berkomunikasi dengan sang oma melalui WhatsApp. Ia mengirimkan daftar gaji dan disebut menerima upah sebesar Rp175 ribu.

Besaran upah tersebut menjadi salah satu hal yang kemudian dipertanyakan keluarga. Sebab, sebelumnya keluarga mendapat informasi bahwa Najmi akan memperoleh gaji sesuai UMR, ditambah upah lembur serta insentif berdasarkan target pekerjaan.

Namun komunikasi itu tidak berlangsung lama.

Pada 29 April 2026 sekitar pukul 15.59 WIB, Najmi kembali mengirim pesan kepada Lilik. Ketika pesan tersebut dibalas sekitar pukul 16.26 WIB, pesan hanya menunjukkan satu tanda centang.

Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar dari Najmi.

Kecemasan keluarga semakin besar sehari kemudian. Pada 30 April, seorang teman disabilitas Najmi bernama Nanda menghubungi Lilik dan menyampaikan bahwa Najmi tidak berada di tempat kerja maupun di tempat kosnya.

Lilik kemudian berusaha menghubungi pihak STIS untuk meminta penjelasan. Namun menurut keterangannya, respons yang diterima justru membuat keluarga merasa belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan Najmi.

“Ya ibu ke sana (Nganjuk) aja!” demikian jawaban yang disebut diterima Lilik dari Tantri, pihak yang dihubunginya.

Pada 1 Mei 2026, Lilik kembali menghubungi Dayat. Namun ia kembali diarahkan untuk menghubungi Tantri.

Keluarga tidak tinggal diam. Pada 4 Mei, Lilik mendatangi kantor Kementerian Sosial (Kemensos) di Salemba untuk melaporkan hilangnya Najmi sekaligus meminta bantuan pencarian.

Dalam pertemuan tersebut, Lilik disebut bertemu dengan sejumlah pihak, termasuk Tantri dan Dayat. Namun, pertemuan itu belum memberikan jawaban mengenai keberadaan Najmi.

Upaya pencarian kemudian kembali dilakukan Lilik pada 30 Mei 2026. Atas inisiatif sendiri, ia mendatangi kantor Kemensos di Cawang dan bertemu dengan Lola Valeriana.

Dalam pertemuan itu, Lilik diarahkan menyusun kronologi lengkap mengenai hilangnya Najmi sebagai bahan untuk proses penanganan lebih lanjut.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan semata tentang hilangnya seorang anggota keluarga. Ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: bagaimana seorang penyandang disabilitas yang sebelumnya berada dalam program pelatihan dan pendampingan dapat kehilangan kontak dengan keluarga setelah ditempatkan bekerja di daerah yang jauh dari rumah?

Keluarga juga berharap pihak-pihak yang mengetahui proses keberangkatan, penempatan kerja, hingga kondisi terakhir Najmi dapat memberikan penjelasan secara terbuka.

Sebab, bagi Lilik dan keluarga, tiga bulan tanpa kabar bukanlah waktu yang singkat. Setiap hari berlalu dengan pertanyaan yang sama: di mana Najmi sekarang, bagaimana kondisinya, dan siapa yang terakhir mengetahui keberadaannya?

Hingga kini, keluarga masih berharap Najmi dapat ditemukan dan kembali dalam keadaan selamat.

Catatan redaksi: sejumlah keterangan dalam tulisan ini merupakan pernyataan atau versi keluarga sebagaimana diberitakan EnBe Indonesia. Pihak-pihak yang disebut tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas informasi tersebut. (Leony). ***

Editor: Redaksi
Tags hidup OmaLilikNajmiBagikan

RELATED NEWS