Literasi Teknologi Digital Inklusif untuk Memperkuat Ekonomi Indonesia

Redaksi - Senin, 04 April 2022 14:41
Literasi Teknologi Digital Inklusif untuk Memperkuat Ekonomi IndonesiaLiterasi Digital Inklusif untuk Memperkuat Ekonomi Nasional (sumber: Dokumentasi Essence)

 

Pandemi telah mendorong UMKM untuk menggunakan teknologi digital untuk beradaptasi dan bertransformasi, bertahan dan tumbuh. Setidaknya 25,6% UMKM (sekitar 16,4 juta) telah mengadopsi teknologi digital dalam usahanya selama pandemi menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM. 1 

Pandemi mempercepat tren yang ada menuju digitalisasi – tentu saja seperti apa masa depan. Namun, kesenjangan digitalisasi masih ada di Indonesia, yang disebabkan oleh beragamnya infrastruktur, literasi, dan akses ke pelatihan digital. Kecuali jika langkahlangkah diambil secara proaktif untuk mengatasi kesenjangan ini, digitalisasi dapat memperburuk ketidaksetaraan yang ada.

Oleh karena itu, UK Indonesia Tech Hub Kedutaan Besar Inggris Jakarta telah bekerja sama dengan Archipelagic & Island States Forum, UNDP Indonesia, KUMPUL dan Yayasan Semesta Nusantara untuk mempresentasikan program pengembangan bisnis bagi UMKM yang disebut ESSENCE, yang bertujuan untuk memberdayakan kelompok dan komunitas yang kurang beruntung untuk berinovasi secara digital.

ESSENCE bertujuan untuk membantu perempuan, kaum muda, penyandang disabilitas, dan pengusaha di Indonesia bagian timur dan tengah untuk mengakses peluang digitalisasi. ESSENCE melengkapi target pemerintah Indonesia untuk membuat 30 juta UMKM online pada tahun 20242 . Pelatihan adalah bagian penting dari ini, sehingga pengusaha memiliki pengetahuan yang mereka butuhkan untuk bersaing. 

1.200 orang menghadiri peluncuran program ESSENCE pada November 2021. Sejak itu pelatihan online telah membantu lebih dari 1.500 UMKM, dan pelatihan tatap muka telah membantu 125 peserta di Manado, Lombok, Kupang, dan Pulau Bangka.

20 pakar dari industri telah hadir sebagai mentor bagi peserta – peserta mendengarkan, belajar dan mengajar tentang pemasaran, hukum, keuangan, dan kewirausahaan. Penyesuaian dilakukan bagi penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi penuh dalam program pembelajaran dan pendampingan. 

Setiap peserta dari program ESSENCE telah mendapatkan pembelajaran di enam bidang yaitu Dasar Pembukuan & Manajemen Keuangan untuk UMKM, Keamanan Digital & Pembayaran Digital Digital, Legalitas & Sertifikasi, Strategi Branding, Pemasaran Digital untuk UMKM, dan Marketplace & Media Promosi. Area-area ini sangat penting untuk keberhasilan bisnis peserta. 

Kini tahap selanjutnya dari program ESSENCE akan dilanjutkan dengan kerjasama dengan BukuWarung dan GoStore untuk lebih memberdayakan para peserta. GoStore dapat digunakan untuk membuat toko online pribadi yang dapat terhubung dengan jutaan pengguna media sosial. BukuWarung adalah solusi pembukuan dan laporan keuangan UMKM melalui fitur pencatatan dan pembayaran digital. Setelah mengikuti pelatihan, kami berharap para peserta dapat bergabung dengan platform digital dan memulai.

HMA Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, mengatakan: “Digitalisasi menawarkan janji kehidupan yang lebih baik bagi banyak komunitas terpencil dan kurang beruntung. Tetapi jika kita tidak mengambil langkah proaktif yang cukup untuk melibatkan orang, digitalisasi sebenarnya dapat membuat orang semakin tertinggal. Saya bangga Inggris bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam upaya ini. Memperluas kesempatan belajar untuk semua adalah prioritas global dan penting untuk memperkuat mata pencaharian. Di Inggris dan Indonesia – kita tidak bisa meninggalkan komunitas. Waktu untuk ESSENCE sudah matang – karena pandemi sudah mendorong transformasi digital. Saya senang bahwa Inggris telah, dan terus, mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia, dengan serangkaian keterampilan yang diperlukan untuk tumbuh, mendobrak hambatan, dan berkembang. Pengusaha yang beragam ini maju dengan pengetahuan yang baru ditemukan, dan penggunaan teknologi mereka yang lebih baik akan membantu komunitas di sekitar mereka berkembang dan bergabung dalam transformasi digital yang cepat di Indonesia.” 

Perwakilan Residen UNDP, Norimasa Shimomura mengatakan: “Sesuai dengan mantra UNDP 'Leave No One Behind' ('Jangan Tinggalkan Siapa Pun), ESSENCE telah membekali kelompok masyarakat pesisir yang kurang terwakili di Indonesia dengan literasi digital yang diperlukan untuk membantu mereka agar tidak tertinggal. Saya berharap hasil pelatihan ini akan meningkatkan ekosistem usaha kecil dan menengah Indonesia di mana akses ke teknologi, infrastruktur, dan pengetahuan mutakhir lebih menantang.” 

Faye Scarlet Alund, Direktur Eksekutif Kumpul mengungkapkan: “Akses ke informasi adalah kunci dalam memberdayakan masyarakat karena membuka saluran pengetahuan, sumber daya, dan sistem pendukung. Bakat itu universal, tetapi kesempatan tidak. Program ESSENCE adalah contoh nyata bagaimana kami dapat mendistribusikan akses yang sama terhadap peluang dan memberdayakan masyarakat yang secara adat kurang beruntung.”

 

 

Bagikan

RELATED NEWS