MATTA Fair dan Sales Promosi Wisata di Malaysia
Redaksi - Jumat, 25 September 2026 20:08
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat menjelaskan partisipasi Kementerian Pariwisata dalam Malaysia Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair di Kuala Lumpur pada 4–6 September 2026 dan Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang pada 8 September 2026. (sumber: KEMENPAR)17
KUALA LUMPUR- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi wisata ke pasar wisatawan Malaysia melalui partisipasi dalam Malaysia Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair di Kuala Lumpur pada 4–6 September 2026 yang dilanjutkan dengan Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang pada 8 September 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat menjelaskan partisipasi Kementerian Pariwisata dalam Malaysia Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair di Kuala Lumpur pada 4–6 September 2026 dan Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang pada 8 September 2026.
“MATTA Fair dan Sales Mission memiliki fungsi yang saling melengkapi. MATTA Fair menghadirkan Wonderful Indonesia secara langsung kepada konsumen, sementara Sales Mission membangun dan memperkuat jaringan distribusi di sisi industri. Keduanya menciptakan ekosistem promosi yang lebih terintegrasi, mulai dari awareness, consideration, hingga conversion,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9).
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemasaran terintegrasi untuk menjangkau langsung calon wisatawan sekaligus memperkuat jejaring bisnis antara industri pariwisata Indonesia dan Malaysia.
Melalui MATTA Fair, promosi diperluas melalui pendekatan business-to-consumer (B2C) dengan memberikan kesempatan kepada calon wisatawan untuk mengenal dan memperoleh informasi mengenai produk wisata Indonesia secara langsung. Sementara itu, Sales Mission memperkuat pendekatan business-to-business (B2B) melalui pertemuan antara industri pariwisata Indonesia dan pelaku usaha perjalanan wisata Malaysia.
- Pesan Inspiratif: Tuhan Membutuhkan Telinga dan Hati Kita
- Bupati Ende Raih Dua Penghargaan, Pelayanan Publik Diperkuat
- ALLAH TIDAK PERNAH PILIH KASIH
Made menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam bursa pariwisata di Malaysia diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia. Malaysia merupakan salah satu pasar utama pariwisata nasional dengan target 3,1 juta kunjungan wisatawan asal Malaysia pada 2026.
“Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, promosi Wonderful Indonesia tidak berhenti pada peningkatan awareness, tetapi diarahkan untuk menghasilkan conversion menjadi perjalanan wisata ke Indonesia. Kami juga mendorong wisatawan Malaysia mengenal lebih banyak destinasi Indonesia, memperpanjang masa tinggal, serta meningkatkan pengeluaran selama berwisata di Indonesia,” kata Made.

Dalam MATTA Fair 2026, Kementerian Pariwisata memfasilitasi 10 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai co-exhibitor di Paviliun Wonderful Indonesia. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari biro perjalanan wisata dan operator tur, perhotelan dan akomodasi, pengelola destinasi wisata, hingga transportasi.
Kesepuluh co-exhibitor tersebut adalah Amerta Travel Service, Batam View Hotel, DTW Pantai Pandawa, JS Luwansa Hotel & Convention, Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir, Padma Hotel Bandung, Panca Wisata Travel, Pasir Putih, PT Bali Sundaram Travel, serta PT Kereta Cepat Indonesia China.
Keterlibatan berbagai pelaku industri tersebut memperluas ragam produk dan destinasi yang ditawarkan kepada wisatawan Malaysia, mulai dari Bali, Lombok, Samosir, Batam, Jakarta, Yogyakarta, hingga Jawa Barat.
Sejalan dengan minat wisatawan Malaysia terhadap produk lokal dan kuliner Indonesia, Paviliun Wonderful Indonesia juga menghadirkan sejumlah jenama lokal dalam berbagai aktivitas. Kehadiran mitra jenama tersebut memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkenalkan ragam produk dan gaya hidup Indonesia.
Mitra jenama yang berpartisipasi antara lain Rochi, Lapis-lapis, Comxnaut, PIK Tourism, Project 1945, Rumah Atsiri, Stay Hoops, Terve, Tricout, dan Tomorrow World. Pengunjung Paviliun Wonderful Indonesia dapat mengikuti kegiatan mencicipi makanan dan permainan serta berkesempatan memperoleh cendera mata Wonderful Indonesia dan produk dari mitra jenama.
.jpeg)
Pada hari pertama MATTA Fair 2026, 4 September 2026, Kementerian Pariwisata juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Malaysia Airlines.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi pilihan wisatawan Malaysia melalui peningkatan promosi, aksesibilitas, dan konektivitas perjalanan.
“Melalui kolaborasi ini, Kementerian Pariwisata berupaya mengoptimalkan potensi Malaysia sebagai salah satu pasar utama pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan minat dan preferensi wisatawan Malaysia untuk memilih Indonesia sebagai destinasi perjalanan,” ujar Made.
Penguatan pasar dilanjutkan melalui Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 20 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai sellers dengan sekitar 20 pelaku industri pariwisata Malaysia sebagai buyers dari wilayah Penang yang merupakan anggota MATTA Penang Chapter.
Pelaku industri Indonesia yang terlibat meliputi biro perjalanan wisata, perhotelan, pengelola destinasi, serta mitra industri terkait.
“Melalui Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026, kami ingin memastikan industri pariwisata Indonesia memiliki akses yang semakin kuat ke jaringan pelaku usaha pariwisata Malaysia. Dengan demikian, produk wisata Indonesia dapat semakin mudah dipasarkan dan dikemas sesuai dengan kebutuhan pasar Malaysia,” kata Made.
Melalui kampanye “Wonderful Indonesia – Go Beyond Ordinary”, promosi diarahkan untuk memperkenalkan pengalaman perjalanan yang lebih beragam, termasuk destinasi yang menawarkan pengalaman berkelanjutan, berkualitas, dan memiliki daya tarik yang berbeda.
.jpeg)
Dalam Sales Mission Malaysia 2026, Kementerian Pariwisata turut memperkenalkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan lima Destinasi Pariwisata Regeneratif sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan perjalanan wisatawan Malaysia di Indonesia.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas kontribusi wisatawan mancanegara terhadap perekonomian nasional, tidak hanya melalui pertumbuhan jumlah kunjungan, tetapi juga melalui perluasan sebaran destinasi, peningkatan lama tinggal (length of stay), dan pengeluaran (spending) wisatawan.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Kementerian Pariwisata optimistis pasar Malaysia dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target pariwisata Indonesia pada 2026.
“Target 3,1 juta wisatawan Malaysia merupakan target yang ingin kami capai bersama. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan KBRI, KJRI, industri pariwisata, mitra transportasi, serta pelaku industri Malaysia agar promosi Wonderful Indonesia semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Made.

