Mensos Dukung Sekolah Rakyat 1.000 Anak di Sikka
Redaksi - Rabu, 29 April 2026 14:58
Tenaga Ahli Menteri Sosial, Budi, dalam kegiatan penyerahan bantuan sosial di pelataran Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rabu (29/4). (sumber: Humas Pemda Sikka)MAUMERE (Floresku.com) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI menyatakan dukungan penuh terhadap program pendidikan yang digagas Pemerintah Kabupaten Sikka.
Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Budi, dalam kegiatan penyerahan bantuan sosial di pelataran Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rabu (29/4).
Dalam kesempatan tersebut, Budi menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung visi besar Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, khususnya program strategis “satu keluarga satu sarjana” yang dinilai sebagai langkah progresif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Bupati memiliki program pendidikan yang sangat strategis. Kami dari Kementerian Sosial siap mendukung agar target satu keluarga satu sarjana dapat terwujud demi masa depan masyarakat Sikka,” ujarnya.
Baca juga:
- Pemkab Sikka Salurkan Bantuan Rp523 Juta untuk Warga Rentan
- BRI Hadirkan Program Spesial, Nasabah Bisa Menang Trip ke Camp Nou!
- Terima Tur Literasi SDI St Yosef, Bupati Sikka Dorong Budaya Baca Dini
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Sosial akan segera melakukan rapat koordinasi guna mempersiapkan implementasi program Sekolah Rakyat.
Fokus utama dalam tahap awal adalah pendataan calon peserta didik yang akan menjadi bagian dari program tersebut.
Menurut Budi, mekanisme asesmen telah disiapkan dan dalam waktu dekat akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Sikka untuk dilakukan pendataan secara menyeluruh di lapangan.
Langkah ini penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
Ia mengakui, upaya menjaring hingga 1.000 calon siswa bukan perkara mudah. Tantangan geografis di Kabupaten Sikka yang cukup luas, serta faktor kesiapan orang tua untuk melepas anaknya mengikuti pendidikan berasrama, menjadi perhatian serius pemerintah.
“Sebagian anak tinggal di wilayah terpencil dengan akses terbatas. Selain itu, kesiapan orang tua juga penting, karena anak-anak akan tinggal di asrama,” jelasnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang dengan konsep pendidikan berasrama, yang dinilai efektif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Model ini disebut mirip dengan sistem pendidikan seminari, di mana siswa tinggal dan belajar dalam satu lingkungan terpadu.
Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas yang turut hadir menegaskan bahwa bantuan sosial yang disalurkan merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta bentuk nyata perhatian kepada kelompok rentan dan pelajar di Sikka.
Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat langkah Pemkab Sikka dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.
Program Sekolah Rakyat pun diproyeksikan menjadi solusi strategis dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sikka. (Silvia). ***

