Mulai Terungkap, Epilepsi Diduga jadi Sebab Kematian Nona Kristina Asal Ngada di Kuta Bali
MAR - Kamis, 09 September 2021 11:53
Mulai Terungkap, Epilepsi Diduga jadi Sebab Kematian Nona Kristina Deu Ngai di Kuta Bali (sumber: Mulai Terungkap, Epilepsi Diduga jadi Sebab Kematian Nona Kristina Deu Ngai di Kuta Bali)JAKARTA (Floresku.com) - Kematian Kristina Deu Ngai (24), wanita asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan meninggal dunia dalam sebuah kamar villa di kawasan Anyar Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali hingga kini belum terungkap secara jelas..
Terungkap ada kisah yang tidak biasanya terjadi dalam peristiwa naas tersebut. Karena sebelum meninggal, Nona Ina, begitu sapaannya, meminta karyawan villa jangan membangunkannya ketika menginap di villa tersebut selama dua hari di akhir pekan lalu.
Ketika membangunkannya pada hari ketiga, Senin (6/9) pagi, wanita yang sering disapa dengan Nona Ina itu kedapatan telah meninggal dunia dikamarnya. Posisi tubuhnya telungkup dan terdapat pembengkakkan di bagian lengan kirinya.
Polisi berupaya untuk mengungkap penyebab kematian Nona Ina. Namun sampai saat ini belum ada informasi terbaru terkait penyelidikan pihak reskrim.
Baca juga: Fritz Reo, Pengurus Harian IKADA Bali: Begini Kronologis Perihal Wanita Asal Ngada yang Ditemukan Tewas di Kamar Villa di Kuta Utara Pagi Ini
Heboh, Wanita Muda Asal Ngada, Flores Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Sebuah Villa di Kuta Utara
Dikutip dari Enbe Indonesia, sebuah fakta baru terungkap pasca kematian Nona Ina dari sumber yang mengenal cukup dekat wanita asal Dusun Piga, Desa Piga, Kecamatan Soa, Ngada itu.
Dia menyebutkan bahwa Nona Ina sejak lama telah mengidap penyakit epilepsi. Bahkan sebelum ke Bali, Nona Ina sudah menderita penyakit bawaan tersebut.
“Kayaknya (meninggal) karena epilepsi itu. Mamanya pernah cerita dia sering pingsan sewaktu di kampung,” ujar sumber itu ketika dihubungi via Mesenger, Selasa (7/9).
Seperti diketahui epilepsi adalah sangguan ketika aktivitas sel saraf di otak terganggu, yang menyebabkan kejang. Epilepsi dapat terjadi sebagai akibat dari kelainan genetik atau cedera otak yang dialami, seperti trauma atau stroke.
Selama kejang, seseorang melakukan perilaku, merasakan gejala, dan sensasi abnormal, kadang-kadang termasuk kehilangan kesadaran. Ada juga beberapa gejala di antara kejang.
Kejang pada penderita epilepsi dapat dipicu karena beberapa kondisi, contohnya stres, kelelahan, atau konsumsi obat.
Pada kondisi ringan, epilepsi hanya mengalami serangan kejang pada sebagian tubuh. Namun pada kasus parah, seseorang dapat kejang hingga seluruh tubuh bahkan mengalami kehilangan kesadaran.
Bahaya jika tidak segera diobati adalah sel-sel otak akan mengalami kerusakan. Bahkan hingga menyebabkan kematian.
Belum dipastikan bahwa Nona Ina meninggal karena penyakit bawaannya. Namun diduga bahwa penyakitnya itu kembali kambuh ketika dia mengalami stres, kelelahan, atau kelebihan mengkonsumsi obat epilepsi.
Nona Katarina meninggal akhir pekan lalu di sebuah villa di Bali. Dia ditemukan meninggal pada Senin (6/9) oleh seorang petugas keamanan villa tersebut bernama Satuki (50).

