Natal–Tahun Baru IKFB Bintaro Penuh Kebersamaan

redaksi - Minggu, 11 Januari 2026 17:21
Natal–Tahun Baru IKFB Bintaro Penuh KebersamaanSuasana Misa Natal dan Tahun Baru Bersama, Aula BMKG Tangsel, Sabtu (10/1). (sumber: Niko T)

BINTARO (Floresku.com) — Warga diaspora Flobamora yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Flobamora Bintaro (IKFB) merayakan Natal dan Tahun Baru Bersama dalam suasana penuh iman, kehangatan, dan rasa persaudaraan, Sabtu (10/1). Kegiatan ini digelar di Aula BMKG, Pondok Betung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Bagi warga Flobamora di perantauan, perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang pulang secara batin—tempat iman, budaya, dan kenangan kampung halaman dirajut kembali dalam kebersamaan.

Misa Syukur Bertema Pengharapan

Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama IKFB mengusung tema “Menjadi Pengharapan di Tengah Kehidupan.” 

Acara diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin Pater Arkadeus Jabut OCD, yang akrab disapa Pater Deus. Misa dimulai pukul 11.00 WIB dan diikuti umat dari berbagai latar usia.

Liturgi berlangsung sederhana namun khidmat, mencerminkan semangat kesederhanaan dan persaudaraan khas warga Flobamora. Nyanyian, doa, dan keheningan liturgi menjadi ruang perjumpaan iman bagi umat yang hidup jauh dari tanah kelahiran.

Syukur sebagai Dasar Hidup Iman

Dalam homilinya, Pater Deus mengajak umat menjadikan syukur sebagai fondasi hidup Kristiani. Natal, menurutnya, bukan hanya perayaan simbolis, tetapi peristiwa keselamatan yang nyata—Allah yang hadir dan menyertai manusia dalam sejarah.

Ia juga menekankan makna Tahun Baru sebagai kairos, waktu rahmat dan kesempatan baru untuk memperbaiki relasi, membangun kembali komitmen iman, dan menata hidup dengan lebih bijaksana.

Keluarga di Tengah Tantangan Zaman Digital

Pater Deus secara khusus menyoroti tantangan keluarga Kristiani di era digital. Ia mengajak umat meneladani Keluarga Kudus Nazaret—keluarga yang berpusat pada Yesus, penuh keheningan, kesetiaan, dan komunikasi sejati.

Dengan gaya lugas dan humoris, ia mengkritik ketergantungan pada gawai yang kerap menggerus kebersamaan keluarga. “Budaya ngobrol, makan bersama, dan hadir secara nyata itu harus dihidupkan kembali,” pesannya.

Merawat Persaudaraan Flobamora

Dalam sambutan penutup, Apolinaris Samsudin Geru, Ketua IKFB, mengajak seluruh anggota untuk terus membangun kehidupan keluarga yang berkualitas serta aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Ramah tamah usai Misa menjadi puncak kebersamaan. Hidangan khas Flobamora, tarian Ja’i dan Gawi, serta nyanyian daerah menghidupkan suasana. 

Beberapa peserta tampak terharu—rindu kampung halaman seakan menemukan pelipur dalam pelukan persaudaraan Flobamora di tanah rantau. (San/Sumber Katolikku.com). **

RELATED NEWS