E-BOOK

Novel 'Aksara Lingga', Karya Penulis Muda Ende, Laris Manis

redaksi - Senin, 09 Februari 2026 10:27
Novel 'Aksara Lingga', Karya  Penulis Muda Ende, Laris ManisCover Novel 'Aksara Lingga' karya Adelinsea (sumber: shopee.co.id)

ENDE (Floresku.com) – Karya sastra anak muda Nusa Tenggara Timur kembali mencuri perhatian publik. Novel Aksara Lingga karya penulis muda asal Ende, Adelinsea (Adenensi), berhasil menembus angka penjualan ribuan eksemplar hanya melalui sistem pre-order. 

Capaian ini menempatkan Aksara Lingga sebagai salah satu novel romantis paling diminati pembaca dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam wawancara bersama RRI Ende pada program Generasi Prestasi, Jumat (6/2), Adenensi mengungkapkan bahwa novel tersebut terjual sekitar 1.800 eksemplar selama masa pemesanan awal. 

Adenensi, novelis muda dalam program Generasi Prestasi Jumat, 6 Februari 2026.( Foto: RRI Ende)

Sebelumnya, novel ini juga telah dibaca jutaan kali saat dipublikasikan melalui platform digital, sebelum akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku cetak.

Menurut Adenensi, tingginya respons pembaca menunjukkan bahwa genre romansa dewasa dengan konflik realistis masih memiliki tempat kuat di kalangan generasi muda. 

Baca juga:

Ia berusaha menghadirkan kisah cinta yang tidak sekadar manis, tetapi juga reflektif dan relevan dengan pengalaman hidup pembaca masa kini.

Secara garis besar, Aksara Lingga mengisahkan pertemuan kembali dua tokoh utama yang menyimpan konflik sejak masa SMA. Pertemuan itu menjadi awal perjalanan emosional yang kompleks, penuh luka lama, kerinduan, sekaligus upaya membangun hubungan yang lebih dewasa dan sehat.

Proses penulisan novel ini, kata Adenensi, memakan waktu sekitar satu tahun. Ia mengaku banyak melakukan riset emosional, membaca ulang naskah, serta merevisi karakter agar tetap hidup dan terasa dekat dengan realitas pembaca.

Keberhasilan Aksara Lingga dinilai menjadi bukti bahwa penulis daerah mampu bersaing di kancah nasional. Lebih dari sekadar capaian angka penjualan, novel ini dianggap sebagai inspirasi bagi generasi muda Flores dan NTT untuk berani menulis, berkarya, dan membawa kisah-kisah lokal ke ruang literasi yang lebih luas. (Bob). ***

RELATED NEWS