Orang Kaya yang Tidak Peduli Alami Kebinasaan

redaksi - Rabu, 04 Maret 2026 22:49
Orang Kaya yang Tidak Peduli Alami KebinasaanPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Pesan Inspiratif
Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Tetapi, jika harta yang dimiliki membuat orang sombong, percaya serta bergantung pada kekayaan dan diri sendiri maka ia bisa menutup mata dan hati terhadap kebutuhan orang-orang sekitar.  

Perikop Injil Luk 16:19-31 melukiskan tentang tipe orang kaya yang mata dan hatinya telah dibutakan oleh kekayaannya.

Akibatnya  ia menikmati kekayaannya dan tidak peduli terhadap Lazarus, si miskin yang.selalu terbaring di depan pintu rumahnya. Ia sungguh lapar dan ingin sekali makan. Tetapi tidak seorang pun mempedulikannya.

Lazarus terpaksa membaringkan diri di bawah meja makan si kaya. Ia menantikan sisa makan yang jatuh. Lazarus mesti berjuang bersama anjing-anjing untuk mendapatkan remah-remah yang jatuh dari meja makan si kaya.

Ketika Lazarus meninggal dunia ia dibawa oleh  malaikat-malaikat dan diterima oleh Abraham di pangkuannya. Ia hidup dalam kebahagiaan sejati.

Si kaya itu juga meninggal dunia dan sungguh menderita sengsara di alam maut. Ia minta belas kasihan dari Abraham dan bahkan minta agar Lazarus disuruh untuk menyejukkan lidahnya. Ia sungguh menderita kepanasan.

Tetapi Abraham sangsikan semua permintaannya dan ingatkan dia akan semua kemewahan yang dialaminya di bumi.

Sebaliknya, Lazarus mengalami banyak penderitaan di bumi dan tidak ada seorang pun yang mempedulikannya. Dan, sekarang ia alami kebahagiaan luar biasa di surga.

Sebagai pengikut Yesus kita belajar untuk berbuat baik kepada siapa pun, terutama kepada orang kecil, miskin dan terpinggirkan.

Jika kita punya kekayaan maka kita mesti gunakan kekayaan itu dengan penuh tanggung jawab. Dan, kita mesti sadar selalu agar tidak sombong, serakah dan menggantungkan seluruh hidup kita pada kekayaan itu. Lalu kita lupa  akan sesama dan bahkan Tuhan sendiri.

Kita mesti berusaha terbuka terhadap rahmat Allah dan mentaati perintah-perintahNya.  Hanya dengan demikian kita akan melihat harta kekayaan hanya  sebagai sarana atau alat.

Kita hendaknya mengutamakan manusia dan melayani mereka dengan hati. Selain itu, kita mesti memanfaatkan kekayaan yang kita miliki untuk melayani mereka yang miskin dan terpinggirkan..

Orang yang berbuat baik terhadap orang yang miskin dan terpinggirkan akan mendapatkan balasan setimpal dan kelak mengalami kebahagian di surga.

Semoga Tuhan senantiasa menuntun dan memberkati kita sehingga kita benar-benar hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Kewapante, 05 Maret 2026. ***

RELATED NEWS