Pantai Gorontalo, Labuan Bajo, Dipenuhi Sampah Kiriman
redaksi - Senin, 26 Januari 2026 20:37
Sampah kiriman akibat cuaca ekstrem di Pantai Gorontalo, Labuan Bajo (sumber: Antara)LABUAN BAJO (Floresku.com)– Pantai Gorontalo yang berada di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, , dipenuhi tumpukan sampah kiriman dari berbagai daerah pada Minggu (25/1).
Sampah yang didominasi material kayu, bambu, dan ranting terlihat menumpuk di sepanjang garis pantai, sehingga mengganggu pemandangan kawasan pesisir yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah mulai terlihat sejak Kamis (22/1) dan semakin bertambah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda perairan sekitar Labuan Bajo, ditandai dengan ombak tinggi dan arus laut yang cukup kuat.
Sejumlah warga dan wisatawan mengaku kecewa dengan kondisi pantai yang kotor. Selain merusak estetika, tumpukan sampah juga menimbulkan bau tidak sedap dan menyulitkan aktivitas rekreasi di sepanjang pesisir.
Baca juga:
- GWI Labuan Bajo Dorong Geowisata NTT
- Pemkab Sikka Berduka atas Wafatnya Mathilde Clementia
- Bacaan Litrugis, Senin, 26 Januari 2026
“Sebelumnya pantai ini bersih dan nyaman. Tapi sekarang penuh kayu dan bambu, jadi kurang menarik untuk berwisata,” kata Yohana, salah satu pengunjung asal Maumere.
Fenomena sampah kiriman ini dinilai bukan pertama kali terjadi. Setiap musim cuaca ekstrem, kawasan pesisir di Labuan Bajo kerap menerima limpahan sampah dari laut, yang diduga berasal dari daerah lain di sekitar perairan Flores.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, seperti rusaknya ekosistem pesisir, terganggunya biota laut, serta menurunnya kualitas kawasan wisata.
Sejumlah pemerhati lingkungan mendorong adanya langkah penanganan cepat dari pemerintah daerah, baik melalui pembersihan rutin maupun koordinasi lintas wilayah. Selain itu, diperlukan edukasi dan pengelolaan sampah terpadu di wilayah hulu agar sampah tidak lagi terbawa ke laut.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata dinilai penting agar Labuan Bajo tetap terjaga sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Sandra/Tari). ***

