PASKAH DAN KASIH YANG HIDUP

Redaksi - Sabtu, 02 Mei 2026 16:04
  PASKAH DAN KASIH YANG HIDUPPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

HOMILI:   (Minggu Paskah VA: Kis 6:1-7; 1Ptr 2:4-9; Yoh 14:1-12)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

 Ilustrasi:

Kartika, putri Soekarno, lahir dan besar di Paris, dari Ratna Sari Dewi. Ketika Bung Karno meninggal Kartika berumur 3 tahun. 

Menjelang wafatnya, Katika dan ibunya terbang dari Paris dan mendapati Bung Karno sudah tak berdaya di ranjangnya. Ia masih sadar, tetapi tidak bisa bicara lagi. Ia hanya bisa memegang tangan putrinya.  Sialnya Kartika baru melihat ayahnya untuk pertama dan terakhir kalinya.

Ketika berumur 11 tahun Kartika disuruh ibunya untuk mengunjumgi makam ayahnya. 

Sebelum ke makam putri kecil itu masuk ke kamarnya, mengambil karangan bunga dan selembar kertas. Sesaat sampai di makam ayahnya ia berdiri sejenak, meletakkan karangan bunga dan di atasnya ia letakkan kertas dengan tulisan dalam bahasa Prancis, karena ia tidak tahu bahasa Indonesia, “Les fleur por Bapak”. “Bunga-bunga ini untuk bapak”. 

Kartika memberikan karangan bunga sebagai ungkapan kasih kepada ayahnya. Kartika bercerita bahwa ia sering bertemu dengan ayahnya dalam mimpi-mimpinya. Dan, dalam kasih itu keduanya selalu bertemu dan jadi satu. 

Refleksi :

Sesudah Yesus bangkit Dia hanya menampakkan Diri kepada orang-orang yang sungguh dekat, mencintai dan mengimaniNya. 

Yesus juga mencintai mereka. Cinta yang sejati menciptakan hubungan personal, abadi dan tidak dapat dihancurkan oleh apa pun termasuk penderitaan dan kematian. 

Dalam Injil Yesus menunjukkan jalan tepat yang menjamin ketenangan, kedamaian dan kepastian hidup bagi para murid, yakni percaya kepada Bapa dan kepada Yesus. Percaya berarti berpasrah, menyerahkan diri dan mengandalkan Tuhan. 

Sebab dalam Yesus semua orang Kristen dipilih menjadi “batu-batu yang hidup”, (1Ptr 2:5), untuk membangun persahabatan yang kokoh dengan Allah. Sedangkan, martabat seorang pilihan Allah ialah “bangsa yang kudus dan umat milik Allah sendiri”, (1Petr 2:9).

Jika kita ingin agar cinta dan iman kita kepada Yesus tidak hilang dalam situasi apa pun, dan jika hubungan kasih serta persahabatan di antara kita dibangun di atas kasih, pengampunan dan saling percaya satu sama lain, maka paskah sungguh-sungguh menjadi kebangkitan dan hidup baru yang berlangsung dalam diri dan hidup kita sehari-hari.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebagai orang beriman. 

Pertama,  Allah menghendaki agar kita melanjutkan karya PuteraNya di atas bumi ini.  Kita dipanggil untuk bersedia menjadi pelayan orang-orang kecil dan berkekurangan, bukan hanya memperhatikan kepentingan dan urusan diri, keluarga dan kelompok sendiri. 

Maka menjadi murid Kristus berarti kita hidup dan bertindak seperti Dia, serta rela diubah olehNya menjadi manusia-manusia baru, yang mencintai, memperlakukan dan melayani orang lain seperti Kristus sendiri. 

Kedua, supaya kita mampu hidup sebagai murid Kristus yang sejati  maka kita tidak boleh melupakan Tuhan dan ajaran kasihNya dalam hidup sehari-hari. Hidup Yesus mesti menjadi hidup kita, ajaran Yesus mesti menjadi pedoman dan jalan hidup kita. 

Ketiga,  sebagai bentuk tanggung jawab terhadap panggilan sebagai umat Allah, maka marilah kita tetap setia pada Tuhan dan tekun menghayati iman kita dalam hidup sehari-hari.

Keempat, seperti para rasul, kita tidak boleh melalaikan perhatian terhadap pemeliharaan jiwa umat beriman, melalui pewartaan Injil, katekese dan pengajaran iman, doa, ibadah serta perayaan liturgi dan sakramen-sakramen. Kita hidupkan devosi dan kecintaan kepada Bunda Maria, Sakramen mahakudus dan kerahiman ilahi.

Kelima, kita juga hendaknya memperhatikan kebutuhan orang-orang kecil, miskin dan terlantar. Mereka yang menderita dan sedang dilanda masalah tertentu perlu mendapat perhatian kita. 

Kita mesti sadar diri bahwa tidak ada seorang pun yang tidak punya apa-apa untuk berbagi dengan sesama yang berkekurangan. Ketika orang memiliki hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan maka ia pasti akan termotivasi untuk lakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Jika kita semua selalu bersatu hati, punya niat yang luhur dan berpikiran positif maka mukjizat yang lebih besar lagi akan terus-menerus terjadi di dalam keseharian hidup kita. 

Mari kita lanjutkan ziarah hidup kita dengan tidak melupakan Tuhan dan sesama, tetapi sebaliknya tetap berserah penuh pada Yesus yang adalah Jalan, Kebenaran dan  Hidup kita. Amen.

Kewapante, Minggu, 03 Mei 2026. ***

RELATED NEWS