Pemda Pasuruan Lakukan Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga Beras di Awal 2024

redaksi - Minggu, 21 Januari 2024 20:35
Pemda Pasuruan Lakukan Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga Beras di Awal 2024 (sumber: null)

 

PASURUAN (Floresku.com) - Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), melaksanakan operasi pasar sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, terutama di awal tahun 2024.

Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto, menyatakan dalam keterangan resminya bahwa operasi pasar ini diselenggarakan di 14 pasar daerah di Kabupaten Pasuruan. Setiap pasar menerima alokasi beras stabilisasi sebanyak 4-6 ton, serta pasokan harga pangan (SPHP).

"Dengan turun langsung ke lapangan, kami memastikan distribusi beras berjalan dengan lancar," ujarnya.

Andriyanto menjelaskan bahwa dirinya secara langsung memantau jumlah dan harga beras yang dijual kepada masyarakat. Dalam operasi pasar ini, pedagang diberikan kebebasan untuk membeli beras dalam jumlah berapapun.

Namun, pedagang diminta untuk tidak menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp54.500 per 5 kilogram. "Kami tegaskan bahwa tidak ada batasan jumlah pembelian bagi pedagang, namun kami harapkan agar tidak melebihi HET yang telah ditetapkan," katanya.

Menurut Andri, operasi pasar merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menstabilkan harga beras yang fluktuatif, terutama mengingat selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga beras premium. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak khawatir mengenai pasokan beras SPHP, karena jika pasokan habis, Bulog akan segera menyediakannya kembali.

"Jangan khawatir kehabisan, karena kami akan segera berkoordinasi dengan Bulog ketika persediaan beras mulai menipis dalam operasi pasar seperti hari ini," tambahnya.

Operasi pasar hari ini dilaksanakan di Pasar Warungdowo, Gondangwetan, dan Pasrepan, di mana pedagang dan pengunjung pasar langsung berebutan mendapatkan beras SPHP yang diangkut oleh truk.

 

 


 

Editor: MAR

RELATED NEWS